Daerah

DPRD Kota Mojokerto Sorot, Pembangunan GMSC Yang Lamban

×

DPRD Kota Mojokerto Sorot, Pembangunan GMSC Yang Lamban

Sebarkan artikel ini
Junaidi malik DPRD  komisi II

Mojokerto, (Sekilasmedia. Com) Progres lelang pengadaan barang dan jasa di Kota Mojokerto tak jua membaik.  Bahkan, hingga jelang pertengahan tahun, unit Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) setempat masih belum melelang satu pun proyek infrastruktur Pemda setempat. Ditambah dengan molor dan ‘bagusnya’ kwalitas pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur tahun sebelumnya, membuat kalangan legislator setempat angkat bicara kembali.

Anggota DPRD Kota Mojokerto yang tergabung dalam Komisi II  Junaedi Malik mengungkapkan, kualitas gedung prestisius Graha Mojokerto Service City (GMSC) yang dalam pembangunan tahap pertama (tahap I) menelan APBD Kota Mojokerto Tahun Anggaran (TA) 2016 sebesar Rp. 30,6 miliar, dan pembangunan tahap II-nya menelan APBD Kota Mojokerto TA 2017 sebesar Rp. 31,7 miliar itu tampak tidak benar-benar bagus itu. “Buktinya, masih setengah jalan, hasil pembangunan GMSC tahap satu dan tahap dua yang menelan APBD Kota Mojokerto hingga sekitar Rp. 62 miliar lebih itu sudah banyak yang rusak. Dibagian atap, beberapa gentingnya bocor dan plafonnya ada yang sudah jebol”, ungkap Junaedi Malik.

BACA JUGA :  Kapolres Blitar Kota Bagikan Vitamin Kepada Seluruh Anggota

Rusaknya sejumlah bagian gedung ini ditemukan Pelaksana Tugas dan Wewenang Wali Kota Mojokerto Ir. H. Suyitno, MSi saat Sidak (inspeksi mendadak) bersama kepala OPD teknis, Senin (21/05/2018) kemarin. “Sejumlah bagian atap sudah banyak yang rusak. Beberapa plafonnya banyak yang jebol”, ungkap Suyitno.

Pelaksana Tugas dan Wewenang Wali Kota Mojokerto ini menduga, kerusakan plafon itu diakibatkan oleh bocornya genting. Padahal, pihak pelaksana telah menerap sejumlah pekerjaan untuk melindungi plafon. Diantaranya dengan melapisi genting dengan plastik, sehingga ketika genting bocor diterjang air hujan tidak langsung jatuh ke bawah. “Gentingnya ada yang bocor. Saya sudah perintahkan PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang)  agar segera menghubungi pelaksana, “, tuturnya.

Disinggung soal adanya kerusakan beberapa bagian gedung, Kepala DPUPR Mashudi tak menampik. “Iya memang ada bagian gedung yang rusak, dan saya sudah beberapa kali menghubungi rekanan, Ini kami desak terus, mumpung ini masih dalam masa pemeliharaan”, jelas Kadis PUPR Pemkot Mojokerto.

BACA JUGA :  Bupati Gresik Tegaskan Komitmen Inklusi di Hari Peduli Autisme Sedunia

Lebih lanjut , Kadis PUPR Pemkot Mojokerto memastikan, jika kerusakan tersebut segera dibenahi. Sementara disinggung soal kelanjutan pembangunan atau pembangunan gedung GMSC tahap III, Mashudi menegaskan, bahwa pihaknya masih menunggu rekomendasi Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat (TP4P) serta Tim Pengawalan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).  “Ini masih evaluasi TP4P.  Kami berhati-hati agar proyek ini tidak meninggalkan masalah hukum”, tandasnya.

Ia memprediksi evalusi akan selesai maksimal akhir Mei 2018 ini. “Saya berharap Mei ini tuntas dan Juni nanti segera naik lelang. Kalau waktunya, tentu masih cukup”, pungkasnya.

Perlu diketahui pengerjaan proyek pembangunan GMSC tahap III akan dilanjutkan tahun ini. Sedangkan pekerjaan yang akan dikerjakan meliputi pengadaan utility, seperti pengadaan dan pemasangan eskavator atau tangga berjalan, litf dan pembangunan rumah genset,”pungkasnya. (wo/Adv)