Olahraga

Bhayangkara FC Junior VS Kepri 757 Jaya FC, PERTEMPURAN STRATEGI AGRESIF VS FORMAT IBNU GRAHAN YANG DITARGET LOLOS LIGA 2

×

Bhayangkara FC Junior VS Kepri 757 Jaya FC, PERTEMPURAN STRATEGI AGRESIF VS FORMAT IBNU GRAHAN YANG DITARGET LOLOS LIGA 2

Sebarkan artikel ini

Reporter: tim
Editor: Siswahyu

SURABAYA (sekilasmedia.com) Siapa yang tak kenal Coach Ibnu Grahan mantan Persebaya Surabaya tahun 1990-an yang pemegang Lisensi Pelatih A AFC? Tingkatan lisensi kepelatihan tertinggi untuk kawasan Asia? Ibnu Grahan yang pernah membesut Persebaya. Bahkan Ibnu Grahan pernah melatih Bhayangkara FC senior Liga 1 sebelum ditangani Simon McMenemy (2017) hingga kini.

*IBNU GRAHAN MEMILIH TANTANGAN MELATIH KEPRI 757 DI BATAM*
Ibnu Grahan yang memiliki jam terbang luar biasa itu, tak pernah berhenti selepas dari Bhayangkara FC Liga 1. Jiwa peduli sepakbolanya pun menginginkan tantangan yang lebih, hingga hal tersebut membawanya meninggalkan Bhayangkara FC Liga 1 untuk mendarat di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Ibnu Grahan memilih menangani klub Kepri 757 Jaya FC yang dulu ditangani pelatih Jaino Matos, yang untuk tahun 2018 ini ditangani Ibnu Grahan berlaga di Liga 3 Nasional dengan target lolos Liga 2.

Untuk itu meskipun dalam suasana puasa Bulan Ramadhan 1439 H (2018 M), Ibnu Grahan tetap mengaktifkan anak asuhnya untuk terus berlatih meskipun dengan strategi dibagi dua grup, yaitu grup yang ‘TC’ di Jatim terdiri dari 12 pesepakbola dan grup yang tetap berlatih di Batam terdiri dari 13 pemain. “Meskipun suasana bulan puasa, pesepakbola tidak boleh berhenti total dari latihan. Tetap diperlukan latihan untuk menjaga feelling touch,” ungkap Ibnu Grahan kepada Siswahyu sekilasmedia.com.

*KEPRI 757 MILIK CITRAMAS DIKENDALIKAN NURDIN BASIRUN GUBERNUR KEPRI*
Kepri 757 Jaya FC atau Kepri 757 sebenarnya merupakan klub yang baru lahir setelah merger dengan PS Asahan namun langsung beraroma besar meskipun untuk tahun 2018 ini harus berlaga di Liga 3 Nasional. Kepri 757 merupakan klub sepakbola milik Citramas Group Batam yang dikendalikan ketua Nurdin Basirun yang juga menjabat Gubernur Kepri, tokoh Golkar Kepri yang kini menjadi tokoh sentral Partai Nasdem Kepri.

BACA JUGA :  Daftar Tim Yang Lolos Semifinal Piala Kasad Liga Santri PSSI tahun 2022 Tingkat Korem 082/CPYJ, 4 Kesebelasan Siap Bertanding

Tak mengherankan untuk 12 pesepakbola Kepri 757 yang dibawa ke Jatim oleh Ibnu Grahan itupun telah melakukan sejumlah pertandingan uji coba diantaranya melawan klub Maestro dan Bhayangkara Semeru Polda Jatim. “Hari Minggu besok (3 Juni 2018, red.) kami juga uji coba melawan Bhayangkara FC Junior (di stadion Polda Jatim, red.),” ungkap Ibnu Grahan kepada Siswahyu pimpinan Umum sekilasmedia.com. Agenda bertanding lagi melawan Maestro pada tanggal 5 Juni di Stadion 10 November Surabaya sebagai uji coba terakhir, setelah itu semua kembali ke Batam dan libur hingga Hari Raya Idul Fitri.

*BHAYANGKARA FC JUNIOR DIKENAL SEBAGAI TIM AGRESIF*
Berdasar informasi Ibnu Grahan tentang rencana uji coba Kepri 757 versus Bhayangkara FC Junior, sudah terbayang bagaimana gaya permainan Bhayangkara FC Junior yang dimanejeri AKBP Eddwi Kurniyanto dengan sekretaris tim Achmad Yari dan Setiawan selaku Head Coach dengan tim pelatihnya yang terdiri dari Slamet, Dimas, Irfan, Hidayat, Agung, Nosa dll. Permainan tim yang dikenal agresif menyerang dengan pertahanan yang solid.

Namun dalam sejumlah uji-coba terdahulu terdapat celetukan sejumlah tokoh sepakbola yang sempat menonton saat pertandingan BFC Junior 17, dimana ketika tidak didampingi tim pelatih inti maka formula permainan menjadi cenderung tidak stabil. Bahkan bisa menjadi mudah terpancing emosional. Hal tersebut memerlukan pembenahan yang serius. Selain itu faktor wasit dalam setiap pertandingan, apalagi terhadap tim junior, harusnya dengan cara yang benar-benar adil dan fairplay agar tidak membiasakan kekasaran.

BACA JUGA :  Manajer Bhayangkara FC Liga 1 Kompak Dengan Junior, AKBP SUMARDJI-AKBP EDDWI SINERGI PEDULI

*KOMPOSISI KEPRI 757 DI SURABAYA TERDIRI DARI 11 U22 DAN 1 SENIOR*
Dengan dukungan yang besar dari seluruh elemen masyarakat Provinsi Kepri dan jajaran pimpinannya, tentu menjadi PR tersendiri bagi Ibnu Grahan yang mendapat tugas meloloskan ke Liga 2 untuk Kepri 757 Jaya FC. Kepercayaan besar yang diberikan kepada Ibnu Grahan, sehingga program latihannya pun terus berjalan meskipun suasana puasa Ramadhan.

Adapun 12 pesepakbola yang dibawa Ibnu Grahan ke Surabaya terdiri dari 11 pemain U22 dan satu pesepakbola senior. Nama-nama pesepakbola tersebut adalah: M.Ridho, Nuri, Luthfi, Ega, Sukron, Wirdan, Defri, Hanif, Ichsan, Bima, Saddam, Hafid dan Yandhi. Sedangkan 13 pesepakbola Kepri 757 yang tetap berlatih di Batam terdiri dari: Fariz, Dimas, Afdhil, Azwar, Andika, Rendi, Nanang, Farel, Maulana, Ridwan, Fahrul dan Adit.

Sementara diantara pesepakbola Bhayangkara FC Junior terdapat sejumlah pemain yang pernah memperkuat Timnas Sepakbola termasuk Miftahul Husein pernah memperkuat Timnas U16; kemudian ada Toni, Bustomi, dan Fahrul yang sempat memperkuat Timnas Pelajar U15 bersama Ahmad Zein Nur Alif atau Alif. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926.