Daerah

PEMKAB USUlKAN KAPTEN KYAI IlYAS JADI PAHLAWAN NASIONAL

×

PEMKAB USUlKAN KAPTEN KYAI IlYAS JADI PAHLAWAN NASIONAL

Sebarkan artikel ini

Lumajang, (sekilasmedia.com) — Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML menghadiri launching dan dan bedah buku “Kyai Ilyas : Pahlawan Santri dari Lumajang”, di Aula Kantor PCNU Kabupaten Lumajang. Rabu (31/10/2018) siang.

Acara tersebut, diawali dengan pemutaran trailer film pendek Kapten Kyai Ilyas yang diperankan oleh pemuda-pemudi lumajang.

Pada kesempatan itu, Cak Thoriq menyampaikan Pemerintah Kab. Lumajang memiliki harapan untuk memperjuangkan nama Kapt. Kyai Ilyas berada diantara nama pahlawan nasional,

“Pemkab punya harapan kyai ilyas, secara sosial sebagai Kapten Kyai Ilayas sudah menjadi pahlawan, namun harapan kita bersama, Kapten Kyai Ilyas diakui sebagai bagian dari pahlawan nasional oleh pemerintah pusat”, ungkapnya.

BACA JUGA :  Tingkatkan Imun, 53 Tahanan Polresta Mojokerto di Ajak Senam Aerobik

Menurut Cak Thoriq, Kapten Kyai Ilyas adalah pejuang yang pantas mendapat pengakuan sebagai Pahlawan Nasional.

Ditegaskan, bahwa sudah seharusnya Kapten Kyai Ilyas mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Gelar tersebut, didapatkan untuk memberikan penghromatan atas perjuangan dan nilai sejarah.

Pemerintah Kabupaten Lumajang akan memfasilitasi upaya tersebut.

Cak Thoriq meminta agar dibentuk tim khusus yang bekerjasama dengan Pemkab Lumajang mengusulkan kepada Pemerintah RI, agar Kapten Kyai Ilyas dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional.

BACA JUGA :  Provinsi Jatim Tetapkan Kabupaten Probolinggo Sebagai Zona Kuning Penyebaran COVID-19

Cak Thoriq menyampaikan terima kasih atas penulisan buku tersebut.

Menurutnya, kemunculan buku Kyai Ilyas dapat menjadi sumber referensi sejarah dan motivasi membangkitkan semangat perjuangan.

Buku “Kyai Ilyas : Pahlawan Santri dari Lumajang” ditulis oleh K.H. Amak Fadhali Zain dan dimutakhirkan oleh Mansur Hidayat, Luthfia Amerta Sanjiwani, Rina Rohmawati serta Fahrur Rozi dan Zainullah sebagai pembanding.

Dalam acara bedah buku tersebut diikuti organisasi otonom di dalam Nahdzotul ‘ulama dan undangan lain,”pungkasnya(kar)