Probolinggo,Sekilasmedia.com- Pemerintah Kota Probolinggo bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 melalui deklarasi komitmen bersama yang digelar di Puri Manggala Bhakti, Kantor Wali Kota Probolinggo, Jumat (12/06/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta ratusan petugas sensus yang akan terlibat dalam pendataan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa data menjadi fondasi utama dalam merumuskan arah pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan berbagai target pembangunan di masa mendatang sangat bergantung pada ketersediaan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pembangunan yang terukur harus berangkat dari data yang akurat. Karena itu, kolaborasi antara Pemerintah Kota Probolinggo dan BPS terus diperkuat agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah indikator strategis daerah seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kualitas kesehatan dan pendidikan, penurunan kemiskinan, pengangguran, hingga kesenjangan sosial-ekonomi membutuhkan dukungan basis data yang kuat.
Aminuddin juga mengungkapkan sejumlah capaian pembangunan yang berhasil diraih Kota Probolinggo dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya adalah penurunan angka kemiskinan serta peningkatan laju pertumbuhan ekonomi daerah yang menunjukkan tren positif.
“Perkembangan indikator ekonomi daerah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Namun, upaya percepatan pembangunan tetap memerlukan data yang lebih komprehensif agar program yang dijalankan semakin tepat sasaran,” katanya.
Selain menjadi sumber informasi ekonomi, hasil sensus nantinya juga akan diintegrasikan dengan sistem data daerah melalui aplikasi Bromo Cantik Bersolek. Data tersebut akan dimanfaatkan hingga tingkat kelurahan dan kecamatan untuk mendukung penyusunan berbagai program pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Probolinggo Joko Santoso menyampaikan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan melibatkan total 178 petugas yang terdiri dari 155 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 23 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML). Seluruh petugas telah melalui proses seleksi dan pembekalan sebelum diterjunkan ke lapangan.
Menurut Joko, tahapan pendataan akan diawali dengan kegiatan Ngibar (Ngisi Bareng) pada Mei 2026, kemudian dilanjutkan pendataan langsung dari rumah ke rumah yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Ia berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi menghasilkan data ekonomi yang berkualitas.
“Integritas, profesionalisme, dan kesehatan petugas menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan sensus. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif dan tepat sasaran,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan pencanangan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman, pemasangan atribut sensus secara simbolis kepada perwakilan petugas, serta pembacaan deklarasi komitmen yang diikuti seluruh peserta yang hadir.






