Peristiwa

PENSIUNAN PNS NGAMUK, WARGA PANIK

×

PENSIUNAN PNS NGAMUK, WARGA PANIK

Sebarkan artikel ini

Klungkung Bali,Sekilasmedia.com-
Kepanikan melanda warga banjar Gelogor, Pikat, Dawan, Klungkung, lantaran Nengah Susrama (65), salah satu warga mengamuk dirumahnya sambil menghunus pisau. Hal itu membuat keluarga Susrama panik dan ketakutan.

Selain menghunus pisau, dalam peristiwa yang berlangsung itu, pelaku sempat mencekik istri dan merusak palinggih yang ada dirumahnya. Diduga pelaku yang pensiunan guru itu mengalami gangguan jiwa (ODGJ).

Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian dan Sat Pol PP Klungkung. Mendapati laporan petugas mendatangi lokasi ODGJ tersebut dan mengamankan pelaku. Namun, Surasma keburu kabur dengan membawa sebilah pisau yang terhunus.

Kasat Pol PP dan Damkar Klungkung I Putu Suarta mengatakan, begitu mendapatkan laporan dari pihak keluarga yang bersangkutan, pihaknya langsung turun bersama sejumlah anggota untuk mengamankan yang bersangkutan.

BACA JUGA :  Korban Tewas Tabrak Lari di Krejengan Mendapat Santunan Jasa Raharja

” Saat kami tiba, Surasma sudah tidak ada di rumahnya dan pergi membawa pisau, ” katanya.

Pencarian malam itu pun sulit dilakukan karena sudah malam, di samping itu juga berisiko karena Surasma kabur membawa belati. Karena situasi sudah malam untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan petugas pun menyarankan pihak keluarga agar menginap sementara di rumah tetangganya.

” Kami khawatir kalau dia (Surasma) datang dan mengamuk lagi, ” ujar Suarta.

Disebutkan, selama ini Surasma tinggal satu rumah dengan keluarganya di banjar Gelogor, Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Namun, yang bersangkutan kembali mengamuk hingga merusak sebuah palinggih di rumahnya.

BACA JUGA :  Siswa Meninggal, Diduga Dilempar Kayu Berpaku oleh Gurunya

” Palinggih itu dirusak dan diratakan dengan tanah, ” imbuhnya.

Terpisah sementara Kapolsek Dawan AKP I Kadek Suadnyana mengatakan Surasma yang sudah mengalami stress sempat mencekik.

” Tadi pagi sekitar pukul 09.00 Wita, Bidan desa dan Babinsa datang ke rumah Surasma, ” jelasnya.

Kemudian menyarankan agar keluarga membawa Surasma ke RSJ Provinsi Bali di Bangli. Hanya saja Surasma menolak. Karena istrinya ketakutan, maka keluarga meminta agar pihak kepolisian dan Bidan membawa Surasma untuk berobat.

” Setelah melalui pendekatan akhirnya Surasma dibawa ke RSJ Bangli, ” pungkasnya. (son)