Hukum

PENETAPAN TERSANGKA SUDIKERTA SERAT POLITISASI 

×

PENETAPAN TERSANGKA SUDIKERTA SERAT POLITISASI 

Sebarkan artikel ini

Denpasar Bali,Sekilasmedia.com-
Masyarakat Bali dikejutkan dengan ditetapkannya mantan Wakil Gubernur Bali dua periode, I Ketut Sudikerta sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan serta pencucian uang.

Namun, penetapan tersebut dicurigai sebagai bentuk kriminalisasi dan sarat kepentingan politik serta pesanan pihak tertentu.

” Karena Pak Sudikerta seorang tokoh politik, caleg DPR RI, saya yakin ini ada dugaan politisasi, ” kata Togar Situmorang, kuasa hukum Sudikerta, (1/12).

Bahkan Togar menyakini, jika Sudikerta yang juga Ketua DPD I Partai Golkar dan kini maju sebagai caleg DPR RI kemungkinan dukungan masyarakat masih besar mempercayai Sudikerta sebagai figur dan wakil rakyat Bali di DPR RI.

” Nah tiba-tiba ada penetapan tersangka. Berarti ada ketakutan-ketakutan orang tertentu dan memanfaatkan momen itu, ” ungkapnya.

BACA JUGA :  SIDANG PRA PERADILAN KAPOLRES JOMBANG DALAM AGENDA JAWABAN DARI PIHAK TERMOHON

Ia mengingatkan, jangan sampai ada pesanan dan titipan dari tokoh politik atau pihak tertentu dalam penetapan tersangka Sudikerta. Jika itu terjadi artinya pihak kepolisian tidak profesional, tidak objektif dan sudah disusupi kepentingan politik.

” Jangan ada tangan-tangan lain yang menginginkan seperti itu (Sudikerta tersangka), ” tegas Togar.

Lebih lanjut, jangan sampai ada kriminalisasi terhadap Sudikerta. Pasalnya, penetapan tersangka ini dinilai sangat janggal dan aneh serta terkesan dipaksakan. Togar meminta persoalan ini murni didudukan dalam ranah persoalan bisnis antara pihak yang terlibat.

” Kalau kita bicara core bisnisnya, ketika dibilang ada penipuan, penggelapan dan menggunakan surat palsu, siapa yang melakukan itu? Masak Sudikerta? Nipu-nipu apaan. Kalau malsu, surat apa yang dipalsukan? Kalau pencucian uang, uang siapa yang dicuci?, ” tanya Togar.

BACA JUGA :  Curi Motor Custom di Bali, Bule Ingris Dicokok Polisi

Dengan kejanggalan tersebut, diakui Togar miris atas penetapan tersangka Sudikerta. Ia menilai ada akrobat hukum yang dipertontonkan di Bali dengan menyerang nama baik dan harga diri Sudikerta. Sebab diketahui Sudikerta yang juga ketua DPD I Golkar Provinsi Bali itu kini tengah maju sebagai caleg DPR RI.

” Karena beliau (Sudikerta) memang menjadi calon ke DPR RI. Seperti model Ismaya yang mau jadi calon DPD RI. Ismaya tidak pernah melakukan pemukulan. Tapi kok bisa Ismaya dipenjara dan pakai rantai. Kita jadi bingung, akrobat hukum apalagi yang dipertontonkan di Bali, ” sentilnya.

Berbagai kejanggalan penetapan tersangka ini, Sudikerta juga meminta orang dekatnya agar waspada.

” Makanya Pak Sudikerta nasihatin saya. Agar orang dekat Pak Sudikerta waspada. Saat ini polisi kok seperti ini menetapkan tersangka, ” tutupnya. (son)