Daerah

Polemik Kasus PSMP, Suprianto Perindo – Gardi Gazarin Hanura – Mustofa Topeng PBB Berharap Terang

×

Polemik Kasus PSMP, Suprianto Perindo – Gardi Gazarin Hanura – Mustofa Topeng PBB Berharap Terang

Sebarkan artikel ini

MOJOKERTO, Sekilasmedia.com – Kasus mafia sepakbola yang membelit klub asal Mojokerto, Persatuan Sepakbola Mojokerto Putra (PSMP), memang telah menyebabkan klub tersebut dihukum oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI sehingga tidak bisa mengikuti kompetisi Liga 2 Tahun 2019. Namun hukuman tersebut bukan berarti telah cukup dan bukan berarti pula telah berhenti disitu, karena yang terbaru bahwa Vigit Waluyo selaku ‘pemilik’ klub tersebut telah dihukum oleh PSSI tidak boleh terlibat dalam perhelatan liga sepakbola, seumur hidup. Ditambah lagi, oleh Satgas Antimafia Bola (Mabes Polri, bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, red.), Vigit Waluyo telah ditetapkan tersangka suap Rp.115 juta atas proses PSMP promosi dari Liga 3 naik menjadi Liga 2.

Reaksi dan polemik di kalangan masyarakat bola maupun masyarakat umum Mojokerto dan nasional pun mencuat. Ada yang menggebu-gebu menggebrak-gebrak namun kemudian tak ada kejelasan. Ada yang cuek. Ada pula yang konstan namun ikhtiar mencari solusi. Namun mayoritas sepakat sepakbola Mojokerto khususnya dan sepakbola nasional harus ada pihak berwenang yang menyelamatkan apalagi hal tersebut berpengaruh pada pesepakbola ‘junior-anak’ yang berakibat mental mereka down.

BACA JUGA :  4 Karta Yang Tergabung di Heppiii Community Mojokerto, Berikan Beasiswa dan Renovasi Masjid

Hal tersebut diungkapkan banyak pihak termasuk para Calon Anggota Legislatif (Caleg) mulai dari yang tingkat caleg DPRD Kabupaten/Kota maupun caleg DPRD Provinsi Jawa Timur hingga caleg DPR RI, diantaranya Suprianto Caleg nomer 4 Partai Perindo DPRD Kota Mojokerto Dapil 1 Kecamatan Magersari, lalu Gardi Gazarin caleg nomer 3 Partai Hanura untuk DPR RI Dapil Jatim-8 yang meliputi Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Madiun, juga Mochamad Mustofa (Topeng) caleg nomer 2 PBB DPRD Kota Mojokerto Dapil 3 Kecamatan Prajuritkulon.

Menurut Suprianto, dirinya mendukung jika ada pihak yang ingin melakukan pembenahan untuk persepakbolaan di Mojokerto Kabupaten maupun Kota dengan harapan agar lebih berprestasi dan ada penanganan yang lebih sungguh-sungguh. “Keseriusan pihak berwenang untuk membenahi persepakbolaan, sangat diharapkan,” ungkap Suprianto caleg nomer 4 Perindo DPRD Kota Mojokerto Dapil 1 Kecamatan Magersari ini.

Hal kurang lebih sama disampaikan Gardi Gazarin yang juga pemerhati masalah Sosial Kamtibmas Dan Kepolisian. Menurut pria yang juga Koordinator Media BAPPILU DPP Hanura tersebut, memuji langkah Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang dengan cepat dan tegas membentuk Satgas Antimafia Bola dibawah kendali Kapolri langsung. Gardi Gazarin mendukung jika mafia sepakbola diberantas hingga ke akar-akarnya. “Kami dukung langkah Kapolri memberantas mafia bola, diberantas ke akar-akarnya,” ungkap Gardi Gazarin SH yang juga caleg nomer 3 Partai Hanura untuk DPR RI Dapil Jatim-8 yang meliputi Mojokerto-Jombang-Nganjuk-Madiun.

BACA JUGA :  Patroli Kamtibmas, Polres Gresik Sambangi Padepokan SH Terate Cabang Gresik

Mochamad Mustofa Topeng pun memiliki harapan yang kurang lebih sama untuk kemajuan sepakbola Mojokerto. Menurutnya diperlukan pembenahan di Kabupaten Mojokerto (PSMP dll, red.) juga yang di Kota Mojokerto apalagi Walikota Mojokerto Ika Puspitasari – Wawali Mojokerto Rizal baru dilantik pada 10 Desember 2018 yang lalu. “Kami berharap ke depan sepakbola di Kabupaten Mojokerto maupun Kota Mojokerto bisa menjadi lebih maju,” ungkap Mochamad Mustofa Topeng.

Pada bagian terpisah tokoh pendobrah Mojokerti Ahmad Taji menginginkan elemen pemerintah maupun masyarakat agar menyatu untuk memajukan kehidupan di Mojokerto termasuk olahraga yang di dalamnya terdapat cabang olahraga sepakbola. Namun Ahmad Taji berharap mereka melakukan pembenahan serius. “Jika tidak ada pembenahan serius terutama menyangkut kebobrokan, mending kita tangani klub baru,” tegas Ahmad Taji.(Siswahyu)