Daerah

GMP : Cegah Kecurangan Dalam Politik Demokrasi

×

GMP : Cegah Kecurangan Dalam Politik Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Foto konferensi pers gerakan masyarakat putih
Foto Konferensi Pers Gerakan Masyarakat Putih

JAKARTA, Sekilasmedia.com – Berdasarkan Pemikiran bersama, telah diketahui bahwa pesta Demokrasi Pemilihan Presiden dan Pemilihan legislatif yang akan diselenggarakan secara serentak pada Hari Rabu tanggal 17 April 2019, tinggal menghitung hari.

Bahwa dinamika dan memanasnya suhu politik telah memasuki fase paling rawan setelah sejumiah statement dan kelakuan pertahana yang terlihat super panik berhadapan dengan gelombang dahsyat aspirasi mayoritas rakyat sebagai pemegang kedaulatan yang menginginkan perubahan dan pergantian Presiden.

Bahwa dengan terjadinya sejumlah kasus update yang berkaitan dengan Operasi Tangkap Tangan yang membuktikan persiapan ratusan ribu amplop untuk serangan fajar serta fakta rencana kecurangan yang terbongkar di Malaysia serta saat pencoblosan di Arab Saudi, Qatar dan Belanda, yang mana itu membuktikan INDIKASI MENJADI FAKTA KECURANGAN yang dilakukan secara masif.

Bahwa keberpihakan para pejabat dan ASN telah menjadi fakta yang tak terbantahkan sehingga yang menjadi permasalahan mendasar dalam pelaksanaan pesta demokrasi kali ini telah bergeser dari KALAH ATAU MENANG menjadi jUJUR dan damai ATAU CURANG walau itu dapat berakibat konsekueksinya yang akan dibayar dengan sangat mahal.

BACA JUGA :  Safari Ramadhan MUI Beserta Muspika Kebomas

Oleh karenanya bukanlah sesuatu yang berlebihan jika pesta demokrasi kali ini telah terpolarisasi menjadi kelompok PENDUKUNG DEMOKRASI PUTIH (JUJUR) berhadapan dengan kelompok pendukung pertahana yang menghalalkan segala cara untuk mempertahankan kekuasaannya atau kelompok PENDUKUNG DEMOKRASI HITAM (CURANG).

Dan berdasarkan hal tersebut diatas, Gerakan Masyarakat Putih (GMP) pada hari ini menggelar konferensi pers sekaligus menyatakan sikap. Bertempat di Rumah Rakyat tepatnya di jalan Tebet Timur Dalam Raya Jakarta Selatan. Minggu (14/04).

Dengan dipimpin oleh Ketua Presidium GMP, Habib Umar Al Hamid, deklarasi ini dibacakan.

“Kami Para Tokoh Pergerakan bersepakat untuk mendirikan organisasi kemasyarakatan yang diberi nama GERAKAN MASYARAKAT PUTIH (GMP)”. Ujar Habib Umar selaku Ketua Presidium.

Dengan maksud, tujuan dan tuntutan serta harapan sebagai berikut :

1. Meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk secara segera memberikan informasi secara terbuka berkaitan dengan alat bukti ratusan ribu amplop sebagai kejahatan korupsi yang terindikasi, yang mana berkaitan erat dengan rencana kejahatan politik.

2. Meminta dengan sangat kerjasamanya dengan pihak penegak Hukum Kepolisian Malaysia agar secara professional membongkar kasus Kriminal dengan alat bukti Sejumlah Saksi dan Puluhan Ribu kertas Suara Asli yang sudah di coblos untuk kepentingan Pasangan Calon Presiden Jokowi Ma’ruf dan Caleg Koalisi Partai Pendukung Pertahana.

BACA JUGA :  Tahun Ajaran Baru Dimulai, Wabup Gresik Sidak Sejumlah Sekolah Pastikan MPLS Aman

3. Mendukung penuh seruan IMAM BESAR HABIB RIZIEQ SHIBAB untuk putihkan Tempat Pemungutan suara dengan mengunakan Busana Putih serta melakukan PENGAWASAN DAN PENGAWALAN secara ketat proses demokrasi sesuai dengan kaidah Langsung Umum, Bebas, Rahasia, jujur dan Adil.

4. Menyerukan kepada masyarakat luas untuk secara Nasional melakukan koasolidasi kekuatan guna persiapan melakukan “perlawanan” secara konstitusional sebagai bentuk antisipasi atas kemungkinan segala bentuk upaya kecurangan yang terjadi baik saat pencoblosan sampai perhitungan suara HINGGA PELANTIKAN PASANGAN PRESIDEN dan PARA LEGISLATOR yang terpilih secara demokratis.

5. Sebagai perwujudan HARAPAN DAN DOA berlangsungnya Pesta Demokrasi Putih yang LUBER dan JURDIL, insya Alloh GMP akanMELAKSANAKAN SYUKURAN pada hari Kamis Malam Jum’at Pada Tanggal 18 April 2019, bertempat di Rumah Rakyat Jalan Tebet Timur Raya Dalam Nomer 133. Tebet- Jakarta Selatan.

Demikian isi pernyataan dari Gerakan Masyarakat Putih (GMP) yang dibuat di Jakarta, pada 14 April 2019.(putri).