Daerah

PEMERINTAH TAK PUNYA “TARING” TERTIBKAN TAMBANG ILEGAL

×

PEMERINTAH TAK PUNYA “TARING” TERTIBKAN TAMBANG ILEGAL

Sebarkan artikel ini
Foto jalan yang rusak akibat dilewati mobil bermuatan tambang
Foto jalan yang rusak akibat dilewati mobil bermuatan tambang

LUMAJANG, Sekilasmedia.com – Sering Sudah terdengar desah keluhan dari Warga Masyarakat Kec.Tempursari, yakni tentang kondisi jalan yang sangat memprihatinkan pasalnya, semakin lama semakin hancur, berlubang, sehingga membahayakan bagi pengguna jalan yang melintas, khususnya bagi pengendara sepeda motor (R2).

Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya armada truck yang melintas berlalu-lalang setiap hari dengan bermuatan pasir dan batu, juga diketahui aktifitas tersebut dari pagi hingga malam hari.

Disisi lain bagi semua truck yang melintas,
rata – rata bermuatan penuh, yang di duga
Kuota muatannya tersebut melebihi ketentuan ukur muat/melebihi tonase.

Menurut salah satu warga Dusun. Kalirejo Desa. Kaliuling Kec.Tempursari, yang enggan menyebutkan namanya tersebut saat ditemui Media SuaraLp-kpk tepatnya di lokasi jalan rusak dan penuh lubang mengatakan, sebelumnya kondisi jalan masih lumayan baik, akan tetapi semenjak di bukanya Tambang pasir di wilayah tepi pantai selatan Desa.Tegalrejo Kecamatan Tempursari, kondisi jalan berlahan jadi hancur dan penuh lubang.

BACA JUGA :  Peringati Hari Bhayangkara Ke-78, Polres Gresik Gelar Aksi Donor Darah

“Saya berharap pihak terkait segera menindak tegas dengan adanya armada truck yang melintas dengan bermuatan pasir maupun batu tersebut. Apalagi tambangnya masih ilegal/belum ada surat izin Oprasionalnya.

Mengingat kondisi jalan yang sangat parah apalagi dimusim penghujan, sangat berbahaya bagi pengendara R2 bisa
terperosok pada lubang tak beraturan yang tertutup genangan air hujan, selain itu akibat minimnya lampu penerangan jalan,” ujarnya, Senin (29/04/2019).

Eko Wardoyo (30) warga desa. Purworejo/Mbuyeng juga mengatakan, bahwa kondisi jalan sangat rusak parah, khususnya di wilayah desa.Purworejo Mbuyeng. pasal nya, aspal jalan tersebut sampai gak ada, tinggal dasarnya berupa tanah dan batu, jalan pun bergelombang sehingga buat kendaraan yang melintas dari kejahuan terlihat seperti gaya mobil oleng.

“Saya sangat kecewa, seharusnya jalan yang sudah ada itu dirawat bersama, dan kita saling menjaga supaya beraktifitas mudah dan cepat. Malah saat ini hancur seperti itu. Yang pasti banyak merugikan Masyarakat dari pada untungnya, seandainya tidak dilewati truck bermuatan yang berlebihan tiap hari, mungkin jalan tidak akan rusak separah itu,” ucapnya.

BACA JUGA :  Di Gresik, Gubernur Jawa Timur Didampingi Wakil Bupati Gresik Tinjau Operasi Pasar Minyak Goreng Murah

Sementara itu, keterangan dari Nurjono selaku kepala Desa.Tegalrejo, pada saat di temui awak media SekilasMedia.Com di beberapa hari sebelumnya menyatakan, bahwa pihaknya tak tau dan takmau tau, yang artinya sudah capek untuk memberi himbauan agar tidak melakukan aktifitas yang melanggar Hukum tersebut, ia juga tidak pernah ikut campur tentang Operasionalnya tambang di wilayahnya tersebut.

“Saya bingung mas menyikapi masalah tambang ini dari dulu, bahkan dulu saya bersama pihak Muspika sudah menutup portal di tambang tersebut, dan sudah memasang plangbord dan juga, tapi masih saja dibukanya.

Disisi lain terkadang saya mikir juga mas..
Karena semua itu masalah perut, apalagi pekerjanya kebanyakan warga saya, dan saya juga tau bahwa kegiatan tersebut melanggar Hukum,” jlentrehnya.

Jadi saya memilih diam dengan adanya kegiatan tambang yang ada di wilayah kewenangan saya ini. Yang pastinya saya tidak menyuruh dan tidak melarang gitu aja wes..!! Masalah resiko biar ditanggung sendiri- sendiri mas,”Pungkasnya.(Shelor).