
Lumajang, Sekilasmedia.com – Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan inovasi pelayanan kepada masyarakat. Hal itu disampaikannya, saat bertindak sebagai inspektur upacara bendera, di halaman Kantor Bupati Lumajang, Senin (22/07/2019) pagi.
Dalam amanatnya, ia mengatakan, kewajiban utama Aparatur Sipil Negara adalah memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Untuk itu, ia mengingatkan, agar setiap ASN tidak berharap pada pujian, dan harus siap menerima kritik.
Bupati juga menerangkan, di berbagai daerah sudah mulai mengembangkan inovasi pelayanan publik dengan sistem yang lebih baik. Bahkan, di beberapa daerah sudah mempunyai “room control” atau “call center”, yang mampu menerima pengaduan dari masyarakat, dan langsung menindaklanjutinya.
Bupati mengajak semua ASN meng-upgrade cara pandangnya. Diharapkan, ASN mau mencari informasi tentang inovasi pelayanan publik di berbagai daerah.
“Kalau perlu, amati dan tiru, sistem pelayanan masyarakat di daerah lain, kemudian dimodifikasi agar bisa diterapkan di Kabupaten Lumajang,” tegasnya. Ia berharap, agar setiap OPD selalu mengevaluasi kinerjanya, serta mengembangkan inovasi agar pelayanan terhadap masyarakat lebih cepat dan lebih baik lagi.
Dalam kesempatan itu pula, bupati menyerahkan penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, kepada Kepala Dinas Kesehatan Kab. Lumajang, dr. Bayu Wibowo Ignasius, atas inovasi SUSI (suami Siaga)yang dikembangkan. Penghargaan kedua, adalah inovasi BLOOD_JEK yang diaerahkan kepada ketua PMI, dr. Halimi Maksum Dirut. RSUD Haryoto sekaligus Ketua Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Lumajang.
Sebelumnya, Kabupaten Lumajang mengikuti United Nations Public Service Awards 2019
di Azebaijan dengan inovasi pelayanan publik “Blood Jek, si Pengawal Nyawa” dan Gebrakan “SUSI” (Suami Siaga).
“Penghargaan itu bukan target, penghargaan itu adalah indikator. Targetnya adalah setiap waktu kita memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.” pungkasnya.(woko)











