Kriminal

Perencanaan Kurang Matang, Proyek Ipal Komunal Kelurahan Pilang Diduga Dikerjakan Asal – Asalan

×

Perencanaan Kurang Matang, Proyek Ipal Komunal Kelurahan Pilang Diduga Dikerjakan Asal – Asalan

Sebarkan artikel ini
Perencanaan Kurang Matang, Proyek Ipal Komunal Kelurahan Pilang Diduga Dikerjakan Asal asalan
Foto proyek
Perencanaan Kurang Matang, Proyek Ipal Komunal Kelurahan Pilang Diduga Dikerjakan Asal asalan
Foto proyek Ipal

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Program pengadaan sanitasi yang digelontorkan pemerintah melalui DPU-PR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) yang bertujuan memfasilitasi Masyarakat terkait pemanfaatan jamban secara komunal diharapkan mampu memberi kontribusi positif dalam upaya menambah wawasan pada masyarakat terkait penerapan pola hidup sehat.
Peran Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dalam merealisasikan program ini sangat dominan. Hal ini seperti yang nampak pada pelaksanaan pembangunan Ipal komunal disetiap kelurahan di 5 kecamatan kota Probolinggo, proyek program sanitasi tersebut mampu memberdayakan Masyarakat setempat untuk ikut berpartisipasi dalam pengerjaannya.

Salah satu cakupan kelurahan yang mendapat program tersebut yakni RT.03/RW.03 Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan yang pada tahun 2019 ini mendapatkan jatah pembangunan Ipal Komunal dengan anggaran senilai Rp. 475.000.000,- (Empat Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah). Melalui musyawarah tingkat kelurahan bersama pendamping program tersebut akhirnya pembangunan yang dimaksud mulai dilaksanakan dan pengerjaannya dibawah kendali KSM Armada Jaya.

BACA JUGA :  Lagu Mars Babinsa Menjadi Inspirasi Babinsa Koramil 0820/22 Dringu

Mulai awal wacana pembangunan Ipal Komunal diwilayah tersebut telah ada kendala menyangku lahan yang akan digunakan sebagai bak penampungan ipal komunal. Selama beberapa pekan panitia belum menemukan titik yang layak dijadikan lokasi penampungan. Kalaupun ada yang mempunyai lahan, namun mereka tidak bersedia digunakan untuk proyek tersebut. Ada indikasi pelaksana kurang mensosilisasikan adanya proyek pembanguna tersebut kepada Masyarakat termasuk fungsi dan kegunaan dari Ipal Komunal. Akhirnya dipilihlah lahan sawah dengan jarak hamper 1 km dari permukiman warga. Ironisnya kendala timbul lagi setelah lahan yang dimaksud digali. Pasalnya sepanjang penggalian secara manual oleh tenaga yang kebanyakan bukan warga setempat, sumber air mengalir terus.

Dua mesin pompa yang disediakan panitia pembangunan, ternyata alat tersebut masih dianggap kurang mampu menyedot genangan air. Hadi, selaku Ketua dalam pelaksanaan pembangunan Ipal Komunal (KSM Armada Jaya) di kelurahan Pilang ini, ternyata kurang kooperatif saat dimintai tanggapan atas lambatnya pengerjaan proyek tersebut. Jusru pria yang kesehariannya bekerja sebagai sopir ini mengatakan kalau dirinya kurang bisa mengawasi pelaksanaan proyek Saya nyopir mas dan disitu sudah ada tenaga yang bertugas mengawasi pelaksanaan proyek.Ujar Hadi.

BACA JUGA :  Handal Dalam Kasus Tindak Pidana, Didik Bukan Hanya Sebagai Pengedar Narkoba Tetapi Juga Sebagai Pelaku Curanmor

Kenyataan ini terbukti ketika dimulainya pengecoran atas sisi dan dasar bak penampungan, ada kesan dilakukan secara asal-asalan. Nampak secara acak para pekerja bekerja cepat menutup lokasi yang menjadi titik keluarnya sumber air.”Ini menjadi preseden buruk bagi pemangku kepentingan khususnx DPU-PR atas kurang maksimalnya pengerjaan program yang notabene menggunakan anggaran ratusan juta.Hendaknya pengawasan harus selalu dilakukan secara langsung dilapangan.”ujar Ir Misman M.Hum salah satu pemerhati kebijakan daerah dan pembangunan diwilayah Probolinggo.(Sf)