
Palangka Raya, Sekilasmedia.com – Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah gelar Rapat koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Tema Kearifan Lokal Masyarakat Kalteng Menjunjung Tinggi Filosofi Huma Betang Kedepankan Prinsip Belum Bahadat. Kalteng Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila. Kegaitan ini dilaksanakan di Ballrom hotel Aquarius Kota Palangka Raya. Kegiatan Rakorpim DAD se-Kalteng diikuti 14 Kabupaten/Kota. 29-30/12/19.
“Kegiatan ini dihadiri Ketua umum DAD, Danrem 102/PP, Tokoh Masyarakat Tokoh Agama, Ormas Dayak, Sekretaris Daerah, SKPD Provinsi Kalteng. Narasumber berasal dari Kadis Kehutanan Dan Ketua DPRD Provinsi Kalteng dan Ketua umum DAD Kalteng.” Ujar Ketua Panitia.
Sambutan Ketua DAD Kalteng Agustiar Sabran, S.Kom yang pada saat itu dibacakan oleh wakil ketua berpesaan agar setelah memperhatikan arahan Gubernur Kalimantan Tengah, Deputi Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Segera Merealisasikan Program Dayak Bahadat, hutan adat,historis dan situs situs adat di 14 Kabupaten Kota, meminta kepada DPRD Provinsi Kalteng mengesahkan Raperda DAD, tingkatkan heterogenitas masyarakat Dayak dengan prinsip membebaskan secara ekonomi bukan hanya formalisme program.
“mari kita bersatu, masyatakat Dayak jangan kita diam, tingkatkan kewaspadaan pada masyarakat Dayak kerna Kalteng ini semakin hari penduduknya berkembang apa kita masyarakat Dayak tidak bersatu maka kehidupan kita keterbelakang. Kita pegang filsapah Huma Betang,bumi Pancasila belum Bahadat.” Ujar Wakil Ketua yang membacakan isi sambutan Ketua DAD.
Rakorpim DAD sekalteng berjalan lancar dan laporan seluruh DAD Kabupaten/Kota yang beragam usulan membuat kuatnya Rakorpim DAD se-Kalteng.(Hadiboy)








