
Probolinggo, sekilasmedia.com – Suasana ujung Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Minggu (2/2) nampak berbeda. Pagi itu, Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri bersama Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo dan Sekda drg Ninik Ira Wibawati ikut slolop alias kum-kum (berendam).
Selama kurang lebih satu jam, mereka berendam bersama sambil berbincang dan ngopi atau ngeteh. Dengan catatan, gelas kertas yang dipakai tidak boleh dibuang di laut. Sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo pun ikut nimbrung.
Pelabuhan tersebut sudah jadi lokasi berendam masyarakat di setiap pagi atau sore hari. Pasalnya, dengan berendam di laut memiliki khasiat bagi kebugaran tubuh. Banyak testimoni yang menyatakan, setelah berendam mereka tidak mudah lelah atau bahkan membaik dari sakit tertentu yang diderita. Dari kebiasaan tersebut muncul komunitas-komunitas kum-kum.
“Slolop ini selain luar biasa, juga bisa bersilaturahmi. Pesan saya, jangan menghapus persaudaraan karena sebuah kesalahan. Namun hapuslah kesalahan demi melanjutkan persaudaraan,” pesan singkat Wali Kota Habib Hadi, kepada mereka yang ikut berendam.
Menurut wali kota, slolop ini bisa mempererat kekeluargaan dengan memanfaatkan potensi alam di Kota Probolinggo. Ia mengimbau, dengan aktivitas seperti ini bisa saling guyub rukun membawa kemaslahatan bagi semuanya.
“Satu jam tadi saya asyik, enjoy sambil berinteraksi dengan semua warga tanpa membedakan dari mana. Tentunya dengan menikmati suasana yang ada,” cetus Habib Hadi.
Dandim Letkol Inf Imam Wibowo pun tertarik dengan slolop tersebut. “Slolop, kum-kum Kota Probolinggo, oke,” imbuhnya.(Hm/Fahrul)











