Kediri, Sekilasmedia.com– Komitmen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) MKSO Kebun Dhoho dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar kawasan Hak Guna Usaha (HGU) Ngobo terus diwujudkan melalui program bantuan gula yang telah berlangsung selama sekitar 25 tahun.
Tahun ini, bantuan kembali disalurkan kepada 17 desa di Kecamatan Wates, Plosoklaten, dan Ngancar sebagai bentuk kepedulian perusahaan sekaligus upaya memperkuat kemitraan dengan masyarakat.
Pada hari ini, Jumat 7 Agustus 2026, penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Kecamatan Plosoklaten dan Kecamatan Ngancar, setelah sehari sebelumnya kegiatan serupa digelar di Kecamatan Wates.
Masing-masing desa menerima hibah gula sebanyak 2,5 ton yang selanjutnya akan didistribusikan kepada masyarakat melalui pemerintah desa sesuai data penerima di masing-masing wilayah.
General Manager MKSO Kebun Dhoho, Juni Yanto, mengatakan program bantuan gula tersebut bukanlah kegiatan baru.
Menurutnya, penyaluran bantuan telah menjadi komitmen perusahaan sejak sekitar tahun 2000 berdasarkan kesepakatan yang diketahui Pemerintah Kabupaten Kediri dan akan terus berjalan selama Hak Guna Usaha (HGU) masih berlaku.
“Ini kegiatan rutin yang kami lakukan setiap tahun. Sejak sekitar tahun 2000 sudah ada kesepakatan bahwa setiap desa menerima hibah gula sebanyak 2,5 ton per tahun selama HGU masih ada. Tahun ini kami menyerahkan bantuan untuk alokasi tahun 2025,” ujarnya saat dilokasi Kantor Kecamatan Plosoklaten.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat yang tinggal berdampingan maupun terdampak aktivitas HGU Ngobo.
Karena itu, perusahaan mempercayakan pemerintah desa untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kami menyerahkan kepada pemerintah desa karena mereka yang paling mengetahui kondisi masyarakatnya. Harapannya bantuan ini bisa benar-benar diterima warga yang membutuhkan,” jelasnya.
Juni menambahkan, hubungan antara perusahaan dan masyarakat selama ini tidak hanya terjalin melalui program bantuan gula.
PT SGN juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar HGU serta rutin memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan melalui bantuan proposal, termasuk menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Hubungan kami dengan masyarakat selama ini cukup baik. Banyak tenaga kerja kami berasal dari desa sekitar HGU. Selain itu, setiap ada proposal kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan HUT RI, kami juga berusaha memberikan dukungan,” katanya.
Menurutnya, keharmonisan hubungan tersebut menjadi modal penting agar aktivitas perusahaan dan kehidupan masyarakat dapat berjalan berdampingan secara saling menguntungkan.
“Harapan kami hubungan baik ini terus terjalin. Dengan komunikasi yang baik, masyarakat dan perusahaan bisa saling mendukung sehingga aktivitas di kawasan HGU tetap berjalan dengan kondusif,” pungkasnya.
Dalam proses penyaluran bantuan tersebut, Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri turut melakukan pendampingan. Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejari Kabupaten Kediri, Arga Naramba, mengatakan pendampingan dilakukan sebagai bagian dari kerja sama antara Kejaksaan dengan MKSO untuk memastikan program sosial tersebut berjalan sesuai ketentuan.
“Kami mendukung kegiatan yang baik untuk masyarakat. Program ini sudah berjalan sejak lama dan menurut kami baik untuk terus dilanjutkan,” ujarnya.
Arga menegaskan, pengawasan tidak berhenti pada penyerahan simbolis. Kejaksaan juga akan memantau proses distribusi hingga ke desa agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.
“Hari ini memang baru penyerahan secara simbolis. Saat pendistribusian ke desa-desa nanti tetap akan kami pantau agar bantuan tepat sasaran,” tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Plosolor, Pujiono. Ia mengungkapkan, desanya telah menerima bantuan gula dari PT SGN selama kurang lebih 25 tahun dan berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dipertahankan
“Kami mengucapkan terima kasih kepada HGU atas bantuan yang sudah berjalan sekitar 25 tahun ini. Harapannya hubungan baik antara masyarakat dengan pihak HGU tetap terjaga sehingga keamanan maupun keberlangsungan perkebunan bisa berjalan bersama,” tuturnya.
Senada, Kepala Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, Yudiono, menilai komunikasi yang selama ini terbangun menjadi kunci keberlangsungan program bantuan tersebut.
“Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada PT SGN. Semoga hubungan baik ini terus terjaga. Kalau ada persoalan bisa selalu dikomunikasikan dengan baik,” katanya.
Ia berharap ke depan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dapat semakin diperluas, tidak hanya melalui bantuan gula, tetapi juga program CSR lain yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
“Kalau memungkinkan, ke depan tidak hanya bantuan gula, tetapi juga ada CSR lain seperti pembangunan fasilitas yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” harapnya.






