Daerah

Kadisperindag Gresik Pantau Langsung Penerapan PSBB III Di Pasar Kota

×

Kadisperindag Gresik Pantau Langsung Penerapan PSBB III Di Pasar Kota

Sebarkan artikel ini

 

SekdinkoperindagUMKM Gresik saat memantau penerapan PSBB tahap tiga di pasar baru Gresik.

 

Gresik, Sekilasmedia.com -Perpanjangan PSBB oleh pemerintah di Surabaya Raya khususnya di kabupaten Gresik tahap ketiga kali ini semakin memperketat penerapan protokol kesehatan COVID-19 seiring meningkatnya kasus penderita covid baik ODP, PDP, terkonfirmasi dan OTG.

Menurut Kadisperindagkop dan UMKM Gresik Agus Budiono sesuai hasil analisa dan evaluasi penerapan PSBB tahap 3 Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid -19 maka area pasar milik pemkab menjadi skala perioritas melalui sosialisasi dan pendisiplinan penerapan  protokol kesehatan WHO.

“Hal ini sebagai upaya pemerintah daerah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid. Karena area pasar sebagai zona yang rentan terjadi penyebaran virus tersebut di mana antara penjual dan pembeli  dengan mudah bersinggungan tanpa sekat atau jarak,”ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (29/5/2020).

BACA JUGA :  Pasutri, Spesialis Pencuri Kabel Listrik dan Tabung Elpiji Diringkus

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Disperindagkop dan UMKM Gresik Samsul Hidayat mewakili Kepala Disperindagkop UMKM Gresik saat melakukan pemantauan penerapan PSBB tahap ketiga di pasar baru  Gresik pada Kamis kemarin (28/5/2020), mengungkapkan kepada Sekilasmedia.com bahwa pemantauan dan pengawasan ini sebagai upaya pendisiplinan para pedagang dan pengunjung pasar baru untuk mematuhi standar protokol kesehatan Covid-19.

” Di mana  mereka (pedagang dan pengunjung) diwajibkan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, pakai masker dan jaga jarak (physical distancing),” kata dia.

Penerapan protokol kesehatan WHO ini dilaksanakan serentak di pasar milik pemkab seperti pasar kota, pasar baru, pasar sidomoro, pasar giri, pasar driyorejo,pasar dukun dan pasar sedayu. Sedangkan pasar milik desa pemantauan dan pengawasannya menjadi tanggungjawab pihak desa dan kecamatan, tambah Samsul.

” Selain memantau lapangan juga memberi semangat dan masukan kepada UPT pasar baru agar selalu kompak dalam menjalankan aktivitasnya Dan hari ini pintu masuk sebelah barat rencananya akan ditutup di mana akses jalan pedagang dan pengunjung lewat
pintu utama disebelah selatan sehingga pendisiplinan penerapan protokol kesehatan WHO lebih efektif,”tegasnya.

BACA JUGA :  Wali Kota Blitar Lantik 3 Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Setingkat Eselon 3

Terkait upaya pemerintah daerah  menerapkan protokol kesehatan covid-19 dalam pelaksanaan PSBB tahap 3, Kepala UPT pasar baru Gresik M. Zaini kepada Sekilasmediam.com mengatakan pada intinya kami setuju dan mendukung aturan yang diberlakukan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mengenai PSBB. Hal ini demi kemaslahatan semuanya baik pihak UPT pasar baru, pedagang dan pengunjung.

“Kami juga melakukan evaluasi terkait penerapan protap kesehatan covid-19 selama perpanjangan masa PSBB saat ini (tahap 3). Personil UPT pasar baru kita terjunkan dilapangan dengan sistem shift  dan kami mendapat bantuan dari personil TNI Polri sebagai tenaga pendukung pengaman,”terangnya.

Terkait rencana penutupan pintu sebelah barat, lanjutnya mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan sarana prasarana sehingga akses jalan keluar masuk orang dan barang nantinya lewat pintu utama sudah siap. Sehingga pengawasan dan pemantauan bisa lebih efektif. (rud)