Daerah

Pasien Positif Covid-19 Kota Probolinggo Bertambah Satu Orang

×

Pasien Positif Covid-19 Kota Probolinggo Bertambah Satu Orang

Sebarkan artikel ini

 

Probolinggo, Sekilasmedia.com – Per Minggu (10/05) sore, pasien positif COVID 19 di Kota Probolinggo bertambah 1 orang. Ini menambah daftar pasien yang semula 10 menjadi 11 orang, dengan 3 diantaranya sudah dinyatakan sembuh dan pulang. Pasien ke 11 statusnya sama seperti pasien 10, sama-sama tenaga kesehatan (nakes).

“Menjadi gambaran penyebaran COVID 19 di Kota Probolinggo terus terjadi. Yang terpapar (terbaru) juga nakes, yaitu dokter. Kenapa ini diumumkan secara beruntun (kemarin dan hari ini) tidak sekaligus? Memang kami menunggu hasil lab yang dituju, yaitu Unair dan menunggu konfirm dari provinsi,” jelas Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri, saat rilis secara video conference (vidcon), Minggu (10/05) petang didampingi Kapolresta AKBP Ambariyadi Wijaya, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, Sekda drg Ninik Ira Wibawati dan kepala OPD terkait.

Dibeberkan oleh Wawali Subri, nakes adalah benteng terakhir penyembuhan COVID 19. Dua orang nakes ini diduga terpapar saat membantu proses persalinan atau konsultasi dengan pasien. Sejak dites rapid dan swab, kedua nakes sudah menjalani isolasi dan tracing.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Hormati Kinerja KPK Periksa Direksi Perumda Giri Tirta

“Sekali lagi kami mengimbau seluruh masyarakat, seluruh pihak yang berhubungan dengan nakes untuk sampaikan keadaan dirinya secara terbuka dan jujur. Sehingga nakes dapat melakukan SOP (standar operasional prosedur) sesuai ketentuan. Pada saat menyatakan kondisi kita, pasti tenaga medis akan berhati-hati lagi,” jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Subri, bila masyarakat tidak terbuka saat memeriksakan diri, maka akibatnya seperti dua hari terakhir. Nakes di Kota Probolinggo akhirnya harus terpapar COVID 19.

“Ada yang bilang kami kurang siap? Kami sudah lakukan semua sesuai SOP, koordinasi dengan seluruh jajaran samping bagaimana mencegah penyebaran ini. Kami sungguh-sungguh berharap masyarakat mematuhi instruksi, aturan, ketentuan yang dikeluarkan pemerintah pusat dan daerah,” imbuh wawali.

Menurut Subri, pemerintah cukup secure, berhati-hati dalam bertindak dan melakukan langkah-langkah agar rumah sakit dimana nakes itu berkegiatan tidak menjadi kluster baru. Tempat praktik di rumah sakit swasta sudah di-lockdown, nakes sudah menjalani isolasi dan tergolong OTG (Orang Tanpa Gejala).

BACA JUGA :  SATLANTAS POLRES LUMAJANG ADAKAN GIAT SOSIALISASI OPS SIMPATIK SEMERU 2019 MELALUI "JUM'AT BERKAH"

Pemerintah pun berharap, masyarakat yang pernah berhubungan dengan dua nakes tersebut bisa menghubungi puskesmas terdekat.

“Laporkan, mari saling bantu untuk memutus mata rantai COVID 19. Tidak usah takut, tidak usah ragu. Dan masyarakat tidak perlu ada kepanikan,” imbuh dia.

Saat vidcon yang juga live melalui akun facebook Pemerintah Kota Probolinggo itu disebutkan, dalam waktu dekat akan mengundang semua rumah sakit di Kota Probolinggo untuk menyosialisasikan standar baru yang dimiliki RSUD dr Mohamad Saleh. Semua RS harus menyesuaikan standar tersebut sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Sementara itu, Dandim 0820 kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap disiplin. “Wajib pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan, rajin pembersihan seperti cuci tangan dan sebagainya,” tegas Letkol Inf Imam Wibowo.

“Mau lebaran, banyak masyarakat yang berbelanja. Jangan lupa kalau belanja, pakai maskernya. Sebelum menyentuh area wajah cuci tangan dulu atau pakai hand sanitizer, Insyaallah aman, sehat,” imbau Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya. (fahrul)