Daerah

Tim Nakes Kota Probolinggo Ajak Pasien Covid-19 Berolahraga dan Berjemur

×

Tim Nakes Kota Probolinggo Ajak Pasien Covid-19 Berolahraga dan Berjemur

Sebarkan artikel ini

 

Probolinggo, Sekilasmedia.com – RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo merawat tujuh pasien COVID 19 di ruang isolasi khusus. Pasien yang berasal dari berbagai klaster penularan COVID 19 itu dalam keadaan sehat. Selain penanganan medis, para pasien juga diajak berolahraga dan berjemur.

Ruang isolasi untuk pasien COVID 19 sangat tertutup dan tidak ada ruangan terbuka. Untuk itu, tim tenaga kesehatan (nakes) mengagendakan olahraga bersama setiap Selasa dan Jumat. Pekan ini menjadi kali pertama agenda olahraga dan berjemur itu dilaksanakan di rooftop gedung isolasi.

Aktivitas di luar ruangan terbuka itu berlangsung selama 30 menit, dimulai pukul 08.30 hingga 09.00.

BACA JUGA :  Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Blitar Ratna Dewi : Selamat dan Sukses Semoga Visi Misi Bupati Diberikan Kelancaran

“Mereka (pasien) sangat senang sekali karena bisa melihat matahari secara langsung,” ujar Koordinator Ruang Isolasi COVID 19, Ulfa Nur Fadila.

Teknis menuju ke rooftop gedung juga menerapkan physical distancing dari lantai 2 ke lantai 3. Tempat duduk juga telah diatur berjarak. Lagu yang diputar dari handphone nakes disambungkan ke mic speaker portabel. Instruktur senam pagi bergiliran dari para nakes.

Olahraga ringan dan berjemur ini untuk mendapatkan manfaat sinar ultraviolet dan vitamin D. 15 menit olahraga, 15 menit berjemur.

“Selain meningkatkan daya tahan tubuh, kegiatan ini sedikit membantu untuk refreshing. Walaupun tidak bisa keluar dari ruang isolasi secara bebas, mereka merasa gembira dan senang,” jelas dr Anung Sri Handayani, dokter spesialis paru RSUD dr Mohamad Saleh.

BACA JUGA :  Peringatan Hari Jadi Provinsi Jatim ke-79, DPRD Minta Dijadikan Momentum Kurangi Kemiskinan

Dari video dan foto yang di-share, nampak nakes menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap. Menurut dr Anung, sepanjang jalan yang sudah dilintasi pasien pun dilakukan penyemprotan disinfektan. Lift yang digunakan petugas dan pasien dibedakan, namun di dalam lift pasien tetap ada petugas yang memandu, pasien tidak dibiarkan pergi sendiri.

“Alhamdulillah 7 pasien ini dalam keadaan sehat. Pasien pun merasa senang. Pasien dengan kondisi baik diajak olahraga ringan, yang perlu perawatan intensif tidak kita ajak. Dan, senam olahraga ini selain untuk pasien juga untuk nakes. Kami kan juga harus tetap menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat,” sambungnya. (Septyan)