
Batu, Sekilasmedia.com – Untuk mendapatkan informasi, umpan balik, serta berdiskusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Universitas Pertamina bersama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menyelenggarakan Diskusi Daring via teleconference tentang “Teknologi Tepat Guna untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat” pada Selasa (28/7/2020).
Walikota Batu, Dewanti Rumpoko yang juga sebagai narasumber menjelaskan berbagai penerapan teknologi tepat guna di Kota Batu di sektor pertanian, sektor industri kecil dan sektor jasa serta sektor pariwisata.
Narasumber lain yang turut hadir yaitu Peneliti Ahli Utama Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Akhmad Junaidi, SE, MM, Vice President Corporate Sosial Responsibility & Small Medium Enterprise & Partnership Program (CSR & SMEPP) PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, diwakili oleh Manager SMEPP, Rudi Ariffianto dan Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi Universitas Pertamina, Wahyu Agung Pramudito, Ph.D.
“Tanpa disadari kelompok masyarakat sebenarnya banyak yang sudah menerapkan teknologi tepat guna di desa contoh hidroponik pembuatan BBM dari limbah plastik, pengolahan susu murni menjadi yogurt dan masih banyak lagi. Mereka butuh wadah sebagai media pengembangan dan belajar bersama” terang Dewanti.
Lebih lanjut menurut Dewanti bahwa amanah undang-undang desa dan peraturan menteri Desa tentang prioritas penggunaan dana desa secara eksplisit jelas menjadikan teknologi tepat guna prioritas ke depan.
“Melalui peraturan menteri Desa nomor 23 tahun 2017 dibuatlah wadah pengembangan teknologi tepat guna di desa yaitu itu: pos pelayanan teknologi tepat guna dalam kurung Pos yantek dan diproyeksikan menjadi salah satu sub unit dari BUMN Yang menaungi bidang teknologi agar dapat berkontribusi dalam pengembangan ekonomi desa” ujarnya.
Masih menurut Dewanti, pengembangan dan penetapan teknologi tepat guna dalam pengolahan pengelolaan sumber daya alam desa dimaksudkan sebagai upaya optimalisasi sumber daya alam desa memajukan ekonomi Desa, penguatan kapitalis masyarakat, dan peningkatan partisipasi masyarakat dengan mendorong pembentukan pengembangan dan penguatan posyantek. (BAS)





