Daerah

Pendidikan dan Perlindungan Anak Jadi Fokus Kunjungan Khofifah di Sekolah Rakyat Gresik

×

Pendidikan dan Perlindungan Anak Jadi Fokus Kunjungan Khofifah di Sekolah Rakyat Gresik

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik. (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

Gresik,Sekilasmedia.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahurrahman mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik, Sabtu (1/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen penting untuk memutus mata rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kedatangan Gubernur Khofifah disambut antusias para siswa yang membawa bendera Merah Putih. Suasana semakin semarak ketika Khofifah bersama para siswa menyanyikan lagu-lagu perjuangan di lapangan sekolah.

Dalam kesempatan itu, Khofifah meninjau sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari kantin, masjid, hingga aula sekolah. Ia juga menyapa para siswa serta menyerahkan bantuan kepada wali asrama dan tenaga pendukung yang bertugas di lingkungan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik.

Khofifah mengaku senang dapat melihat secara langsung aktivitas para siswa di sekolah berasrama tersebut. Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian.

” Sekolah Rakyat adalah wujud kehadiran negara untuk memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak sekaligus menjadi jalan memutus mata rantai kemiskinan,” ujar Khofifah.

BACA JUGA :  Legowo, Bacabup Ir Sugiono Mundur Dari Kontestasi Pilkada Sidoarjo

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik menampung 405 siswa yang terdiri dari 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 225 siswa SMA. Para siswa berasal dari 161 desa di 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik, ditambah 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan.

Gubernur Khofifah menilai penyelenggaraan Sekolah Rakyat Terintegrasi membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam penyusunan kurikulum yang mengakomodasi berbagai jenjang pendidikan dalam satu kawasan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pendampingan bagi siswa yang masih beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama.

” Meyakinkan orang tua agar anak kelas 1 SD berasrama itu tidak mudah. Ada anak yang sudah langsung merasa nyaman berada di asrama, tetapi ada juga yang homesick. Bagi yang homesick perlu ada pendampingan khusus supaya mereka tidak berontak minta pulang. Penguatan juga diberikan saat anggota keluarga berkesempatan menengok,” katanya.

Khofifah juga mengingatkan pentingnya perlindungan anak di lingkungan sekolah, khususnya terkait pencegahan perundungan (bullying).

BACA JUGA :  KEPALA BKD BUKA KEGIATAN WORKSHOP DALAM PENGUATAN KELEMBAGAAN LINMAS KAB. LUMAJANG ANGKATAN 1 TH 2018.

” Pesan saya kepada para kepala sekolah, pastikan lingkungan sekolah benar-benar bebas dari perundungan. Anak-anak kelas 1 SD ini masih sangat rentan dan belum bisa membela diri. Di sinilah mereka sangat membutuhkan pendampingan dan perlindungan kita,” tegasnya.

Selain itu, Khofifah meminta agar pihak sekolah menghadirkan psikolog secara berkala, setidaknya sebulan sekali, untuk berdialog dengan siswa SD. Langkah tersebut dinilai penting guna mengetahui kondisi psikologis dan kebutuhan anak-anak yang berbeda dengan siswa SMP maupun SMA.

Menurut Khofifah, keberhasilan program Sekolah Rakyat akan menjadi salah satu cara paling efektif dalam meningkatkan kualitas generasi muda sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan.

Sementara itu, sebelumnya Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar program pemerintah, melainkan bentuk komitmen bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Pemerintah Kabupaten Gresik berharap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik dapat memperluas akses pendidikan bagi masyarakat sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik.