Peristiwa

Ngeri, Siswi di Lumajang Diduga Menjadi Korban Pemerkosaan Lima Orang Temannya Hingga Tak Sadarkan Diri

×

Ngeri, Siswi di Lumajang Diduga Menjadi Korban Pemerkosaan Lima Orang Temannya Hingga Tak Sadarkan Diri

Sebarkan artikel ini

 

Warga menunjukkan lokasi pemerkosaan tempat korban sempat tidak sadarkan diri.

LUMAJANG, Sekilasmedia.com– Warga Lumajang dihebohkan dengan kasus dugaan pemerkosaan yang dialami gadis di bawah umur.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Lumajang oleh Dummy Hidayat SH, Sabtu (4/7/2020).

Dugaan pemerkosaan terhadap gadis asal Klakah terbilang miris lantaran ada saksi yang melihat bahwa gadis tersebut sempat diseret tangan dan kaki oleh dua orang terduga pelaku.

“Saya melihat anak itu diseret tangan dan kakinya oleh dua pria, lalu saya tanya opo’o lhe (kenapa ?) mabuk pak, kata mereka. Kenapa tidak digendong, kata saya, lalu saya tolong dan saya mandikan. Setelah itu muntah dan sadar saya bawa, saya hubungi keluarganya, Kok diseret, lha wong dia bukan kucing,” terang SK warga setempat.

BACA JUGA :  Oprasi Kapal Keruk Pasir Jalan Terus, Masyarakat Pesisir Bali Resah

Sementara itu Dummy Hidayat SH, pasca mengantar surat pengaduan ke Polres Lumajang mengatakan, dirinya melaporkan dugaan Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Anak Dibawah Umur yang diduga dilakukan lebih dari satu orang secara bersama-sama yaitu, SHL, HNF NVL, IDR, FRS, HDN dan juga turut terlapor BL (Wanita).

“Para terlapor ini adalah teman dan kakak kelas pelapor di Salah satu sekolah kejuruan di Klakah,” kata Dummy Hidayat SH, Advokat dan konsultan hukum yang beralamat di Jln. Ahmad Yani No 93 Lumajang itu.

Sebelumnya, Warga Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang mendadak geger setelah menemukan seorang gadis dalam kondisi tidak sadarkan diri di sekitar wisata alam Sumber Brutu, Desa Pandansari, Kecamatan Kedungjajang, pada Senin (29/06/2020) lalu, sekitar pukul 17:30.

Melihat kondisi gadis yang cukup memprihatinkan itu beberapa saat kemudian setelah siuman, salah satu warga setempat menanyakan nama dan alamat rumahnya.

BACA JUGA :  Gempa Bumi kembali guncang Kabupaten Malang

Ternyata gadis itu mengaku bernama DY asal Kecamatan Klakah. Selanjutnya warga menghubungi orang tua DY. Tak lama kemudian orang tua DY datang ke lokasi yang kemudian membawa DY ke Klinik KHM 2 Klakah. Lalu melapor ke Polsek Klakah.

Kanit Reskrim Polsek Klakah, Bripka Hadi Saputra, SH ketika dikonfirmasi awak media menyampaikan, Polsek Klakah begitu menerima laporan warga, petugas piket langsung mendatangi kemudian membawa ke Rumah Sakit supaya gadis mendapat perawatan medis.

Setelah itu petugas terus mengantar orang tua ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang berharap terbit laporan.

Apakah sudah terbit laporan Kanit Reskrim mengaku belum tahu.

“Polsek Klakah membantu sebatas itu. Karena gadis itu masih di bawah umur,” ucap Hadi. (Maria)