
Simeulue Aceh, Sekilasmedia.com – Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Simeulue menyerahkan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Praktek Mandiri Bidan (PMB) Kabupaten Simeulue pada.Jum’at (04/09/2020)
Penyerahan bantuan APD tersebut diserahkan langsung oleh Pengurus Cabang IBI Kabupaten Simeulue secara simbolis diserahkan di Klinik Bersalin Suci
Ketua PC IBI Simeulue Hj. Ratna Khairani, S.Mn mengatakan beberapa APD yang diserahkan meliputi baju Hazmat, dan Face Shield
Bantuan APD ini merupakan bantuan dari BKKN Pusat yang diperuntuhkan kepada Praktek Bidan Mandiri (PBM) yang tetap aktif melayani kontrasepsi selama pademi covid-19.
“Bantuan APD diserahkan kepada 7 Praktek Bidan Mandiri (PBM) di Simeulue yang masih aktif melaksanakan pelayanan”
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) juga menambahkan ditengah wabah covid 19 beberapa bidan yang bertugas di Praktek Mandiri Bidan (PMB) agak terkendala untuk penyiapan APD.
“Mereka kan swasta sehingga beberapa PMB yang ada di Simeulue kekurangan APD untuk digunakan saat menolong persalinan maupun yang melayani pemasangan kontrasepsi,” harus di sediakan sendiri. Ujarnya ketua IBI Cabang Simeulue kepada Sekilasmedia.com Senin.(07/09/2020)
Lebih lanjut, Hj. Ratna Khairani, S.Mn pada kesempatan ini Pengurus IBI Cabang Simeulue juga menyerahkan bantuan ke panti asuhan muhammadiyah dalam rangka ulang tahun Ikatan Bidan Indonesia yang tidak memungkinkan dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2020 lalu karena Covid-19 yang telah mewabah dipenjuruh daerah.
Dirinya juga memberikan imbauan kepada para pengelola PMB agar tetap menyediakan fasilitas cuci tangan dan mengikuti protokol pencegahan covid-19. Yang telah di tetapkan pemerintah dan bekerja sesuai SOP
Ketua IBI juga menghimbau kepada para pengelola PMB agar tetap menyediakan fasilitas cuci tangan dan juga kepada seluruh tenaga kesehatan terutama seluruh bidan yang bertugas di garda terdepan yang memberikan pelayanan langsung untuk selalu mengikuti protokoler kesehatan yang telah di tetap kan oleh pemerintah dan SOP kerja.
Lebih Lanjut Ratna menjelaskan bahwa para bidan memiliki potensi kerawanan yang besar untuk terpapar covid-19.
Sebab para tenaga bidan berhadapan langsung dengan pasien
Demi senyum yang lain mereka harus mengorban diri mereka sendiri untuk mempertaruhkan nyawa mereka sendiri demi raga lain .. semoga Allah SWT membalas keikhlasan teman-teman semua. Karna kalian semua adalah Pahlawan dunia .. Semoga Allah juga memberi kesabaran dan ketabahan kepada teman-teman yang sedang di karantina saat ini.
Dalam hal ini beliau juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu memberi dukungan baik moril maupun apritual,Karena pada saat ini bayaknya tenaga kesehatan yang mulai terpapar covid 19 di kabupaten Simeulue.
“Kita tidak tau juga yang kita tolong habis kontak dengan siapa saja, sehingga agar lebih aman kita harus melindungi diri sendiri dengan menggunakan APD lengkap, menjaga kesehatan diri untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga saat menolong persalinan guna pencegahan,” tutupnya.(*)





