
Gresik, Sekilasmedia.com – Bertempat di hotel Horisonb, Komisi Pemilihan Umum (KPU) lKabupaten Gresik menggelar acara launching maskot Si Marung serta tahapan dan tatacara pemilihan bupati dan wakil bupati pada Pilkada serentak 9 Desember Tahun 2020, Selasa malam (1/9/2020).
Ketua KPU kabupaten Gresik Ahmad Roni kepada awak media mengatakan konsep launching merupakan bagian sosialisasi yang harus digaungkan oleh penyelenggara dalam rangka menyampaikan pesan pelaksanaan pilkada ditengah pandemi covid-19, aman.
Kita sampaikan pesan-pesan kepada publik bahwa setiap tahapan yg dilakukan oleh KPU sudah mematuhi standar protokol kesehatan.
” KPU benar-benar mematuhi pelaksanaan pilbup berdasarkan protokol kesehatan covid-19. Tantangan di tengah pandemi tetap tingkatkan partisipasi yang ditargetkan oleh KPU RI untuk pilkada serentak tahun ini, dengan tingkat partisipasi sebesar 77,5 persen,” ungkapnya.
Meskipun agak berat, tetapi ini tantangan kami menyelenggarakan pilkada di tengah pandemi dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Pada tahun 2015 tingkat partisipasi pemilih sebesar 70,1persen, ini menjadi tantangan kita.
” Paling tidak meningkatkan tingkat partisipasi di atas tahun 2015. Perlu diketahui, pemilu tahun 2019 tingkat partisipasi melampau dari target yang ditetapkan KPU RI yakni sebesar 85,18 persen. Target nasional tetap 77,5persen,” tandas Ahmad Roni dengan bangga.
Tahun 2019 terlampaui, Kita bisa melampauinya, tantangan tahun ini setidaknya sama dengan target nasional 77,5 persen,imbuhnya.
Sementara itu, terkait sosialisasi KPU Gresik kepada publik, kembali Ahmad Roni menerangkan bahwa sosialisasi yang dilakukan tetap secara kovensionnal diantaranya, seperti tatap muka dan lain-lain. Yang terbaru, kita akan menggemakan sosialisasi lewat udara.
Lalu mengenai himbauan kepada massa parpol yang hadir saat pendaftaran di masa pandemik, menurut Ketua KPU Gresik kepada awak media menjelaskan bahwa pihaknya sudah membuat kesepakatan bersama parpol pengusung paslon.
” Bahwa besok untuk pendaftaran yang boleh masuk ke ruang pendaftaran yaitu dari parpol seperti ketua parpol,
sekretaris, paslon dan LO,” pungkasnya.
Kembali, ditegaskan dia agar pelaksanaan pemilu di masa pandemi tetap kondusif, aman,nyaman dan sejuk. Pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Polres Gresik dan Satgas untuk membahas masalah tersebut.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari Komisioner KPU Jawa Timur dalam sambutannya menghimbau agar semuanya melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Harapannya, pelaksanaan pemilihan tidak hanya di Gresik tapi juga di 18 kabupaten dan kota di Jatim dan seluruh Indonesia tidak memunculkan klaster baru covid-19.
” Kita di sini ingin menyaksikan secara langsung pelaksanaa protokol kesehatan dalam kegiatan launching kali ini. Dan alhamdulillah memenuhi betul standar protokol kesehatan,” ucapnya.
Selain itu, juga mengingatkan kepada KPU RI serta KPU jatim tidak menurunkan standar tingkat partisipasi masyarakat .
” Jadi standart kita 77,5 persen. Walaupun melaksanakan pemilihan di era pandemik. Mengingatkan utamanya teman-teman PPK dan PPS yang ikut hadir dalam zoom untuk serius dan bahu membahu menggandeng kelompok masyarakat agar tingkat partisiasi meningkat,” ajaknya.
Karena di kabupaten Gresik dalam catatan kami, pada saat pelakasanaan pilkada tahun 2015 tingkat partisipasi mencapai 70,10 persen. Walaupun mengalami peningkatan dari partisipasi tahun 2010 yakni 70.01 pers, peningkatan 0.09 persen.
Tapi Angin segarnya pada saat pemilu 2019 kemarin, tingkat partisipasi masyarakat kabupaten Gresik pada saat pemilu, jauh melampaui target nasional yakni 77.5 persen. Gresik tingkat partisipasi mencapai 85,18 persen. Ini menjadi modal teman-teman untuk meningkatkan partisipasinya, papar dia.
Atas prestasi tersebut, Perwakilan Komisioner KPU Jatim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada segenap stakeholder, pemkab Gresik, segenap unsur forkompimda, Polres Gresik, Kodim 0817 Gresik, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri Gresik, DPRD Gresik, MUI dan semuanya.
” Dan tentu, kabupaten Gresik sampai sejauh ini mampu melaksanakan tahapan tanpa persoalan dan tanpa kendala berarti. Kondisif, aman, nyaman dan sejuk karena dukungan semuanya,imbuh dia. (rud)






