
Gayo Lues,Sekilasmedia.com-Badan Narkotika Nasional Kabupaten Gayo Lues adakan Kegiatan rapat kerja dalam rangka sinergi program permerdayaan alternatif dengan Stakegholder, bertempat di Kantor Camat Trive Jaya, Jumat (06/11/2020).
Di hadiri oleh Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani. Kepala BNNK,Fauzul imam, ST.Msi dan petugas didampingi personil Sie
.P2M.
Dikatakan Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Imam, ST.Msi ini merupakan kegiatan dengan tujuannya dan sasaran Stakeholder seperti untuk melaksanakan kegiatan rapat kerja dalam rangka sinergi program pemberdayaan alternative dengan stakeholder Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, BNNK Gayo Lues yang telah memasukkan Kecamatan Tripe Jaya kedalam Wilayah GDAD, kemudian harapan saya bagi peserta yang hadir 30 orang rapat kerja agar mengikuti kegiatan ini secara seksama hingga sampai selesai,” jelasnya.
Selanjutnya, Program GDAD di Gayo Lues terdiri atas 4 wilayah di Kecamatan. Blangkejeren Desa Agusen, Kecamatan Putri Betung, Desa singah Mulo, Kecamatan Pining, Desa Pepelah dan Desa Rerebe Kecamatan Tripe Jaya.
Selain itu kata Fauzul Imam, rapat kerja dalam Sinergi Program Pemberdayaan Alternative dengan Stakeholder dihadiri oleh Wakil Bupati dan sekaligus mrmbuka acaranya, setelah itu araha Wakil Bupati berharap dengan adanya kegiatan Raker ini seluruh Stakeholder dapat bersinergi dalam pelaksanaan Program GDAD Gayo Lues. Ganja sudah menjadi permasalahan di Dunia sehingga lahirlah program GDAD. Di wilayah Kecamatan Tripe Jaya pada tahun 1980’an agar dibilah masyarakatnya 99% merupakan Petani Ganja, kini dengan hadirnya Program GDAD di Kecamatan Tripe Jaya Masyarakat dapat beralih ketanaman Komoditi Unggulan seperti Jagung, Jahe, juga baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Gayo Lues telah menjalin Kerja sama denga PT. Japfa untuk menampung hasil Jagung, sehingga harga jagung dapat stabil,” imbuhannya.
Ditambahkan Fauzul Imam, ST.Msi dalam Kegiatan Raker ini materi dengan tema Sinergi Pemerintah Daerah Gayo Lues pada Program Pemberdayaan Alternative
bentuk sinergi pemda dalam mendukung program seperti Penyediaan sarana dan prasarana di lokasi, Mendukung pemasaran hasil lifeskill dengan membentuk koperasi khusus dan regulasi terkait, penggunaan produk hasil lifeskill di perkantoran bersama Bnnk memulihkan kawasan rawan narkoba 2020-2024, Menyesuaikan RPJM guna mengakomodasi program pemberdayaan alternatif dan Mengajak stakeholder lain agar berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan Alternatif di Gayo Lues.
Terakhir kata Fauzul Imam, ST.Msi melakukan pengembangan pada hasil hutan kayu, pengembangan kehutanan sosial dan
Pengembangan objek wisata di 4 (empat) lokasi GDAD di Agusen, Blangkejeren. Singah mulo. Pepelah. Pining
dan Rerebe. Program Pemberdayaan Alternative sebagai Solusi Masalah Ganja, kita berharap dari 4 Kecamatan wilayah GDAD ini dapat mengalihkan tanaman ganja ketanaman Produktif unggulan masing-masing seperti Jagung, Jahe Merah, Coklat sesuai dengan keungulan masing-masing kecamatan tersebut. hadirnya Inpres No. 2 Tahun 2020 mengajak seluruh elemen untuk berperan aktif dalam P4GN di Indonesia Khususnya Gayo Lues, Karena permasalahan Narkoba bukan hanya Permasalah BNN saja tetapi merupakan Permasalahan Kita Bersama, selanjutnya Pembentukan Desa Bersinar diseluruh serta Penunjukan Pembentukan PIC aplikasi Inpres No. 2 Tahun 2020 oleh masing-masing Dinas dengan Diskusi dan Sharing terkait Program GDAD di Kabupaten Gayo Lues tutupnya,(Win Gayo).





