Daerah

Ketegasan Pemkot Batu Dipertanyakan, Relawan Semprot Disfektan Pilih Mogok

×

Ketegasan Pemkot Batu Dipertanyakan, Relawan Semprot Disfektan Pilih Mogok

Sebarkan artikel ini
Foto : Ghaib Sampurno (dua dari kiri) saat menyerahkan kendaraan penyemprot cairan disfektan kepada Ketua MPC PP Kota Batu.

Kota Batu, Sekilasmedia.com – Wabah Pandemi Covid-19 di Kota Batu hingga saat ini belum ada yang bisa memastikan sampai kapan akan berhenti. Dari awal pandemi berlangsung Pemerintah Kota Batu juga menginformasikan bahwa salah satu pencegahan dan pemutusan merebaknya virus tersebut adalah penyemprotan disenfektan secara masal di seluruh wilayah Kota Batu.

Hingga akhirnya bermunculan pelaksanaan program penyemprotan disenfektan secara mandiri, baik dari masyarakat maupun dari relawan. Seiring hal itu, nampak pula aksi relawan dari MPC Pemuda Pancasila Kota Batu yang getol melakukan penyemprotan hampir di seluruh penjuru wilayah Kota Batu.

Dengan modal sendiri yakni mendesain mobil pick up disertai tandon disenfektan ukuran seribu liter, eksistensi relawan Pemuda Pancasila tersebut hampir setiap hari tampak melakukan penyemprotan, dan tidak diragukan lagi perjuangannya dalam mencegah dan memutus penyebaran virus covid-19.

BACA JUGA :  Peresmian Sistem Peringatan Dini Banjir USAID APIK, Tiga Desa Dimojokerto.

Namun, untuk saat ini masyarakat dipastikan tidak bisa lagi melihat aksi penyemprotan tersebut. Hal ini diungkapkan langsung oleh koordinator aksi penyemprotan Ghaib Sampurno, karena sudah menyerahkan kendaraan tersebut kepada ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Batu, Endro Wahyu Widjoyono.

“Hari ini saya serahkan mobil beserta alat-alatnya. Sebab akhir-akhir ini kami merasakan keraguan sekaligus kekwatiran akan keseriusan Pemkot Batu dalam pelaksanaan pencegahan covid di Kota Batu ini. Sementara angka penambahan pasien terpapar covid terus bertambah tiap harinya. Apakah kegiatan yang kami lakukan ini ada manfaatnya atau tidak ? Pemkot Batu harus menjawab semua ini,” ungkap Ghoib penuh penasaran, Kamis (21/1).

Ghoib juga menegaskan, pihaknya butuh kepastian maupun pernyataan dari Pemkot Batu terkait efektivitas penyemprotan disenfektan yang dilakukan hampir setahun lamanya berjalan, sejak dinyatakan virus covid perlu dilakukan pencegahan.

“Kalau memang tidak efektif apa penjelasannya? Kalua dianggap efektif seperti apakah petunjuk teknis selanjutnya? Pemkot harus bisa menjawab semua ini,” seru Ghoib.

BACA JUGA :  Penuhi 17 Standar LPSE, Sidoarjo Raih Penghagaan dari LKPP RI

Berhentinya aksi penyemprotan disenfektan dan penyerahan unit tersebut, dibenarkan oleh Endro Wahyu Widjoyono. Ia menyebut, kegelisahan maupun kekwatiran kadernya tersebut bisa dipahami karena butuh ketegasan maupun penjelasan dari Pemkot Batu itu sendiri.

“Saya menghormati keputusan kader kami, yang memutuskan untuk berhenti melakukan penyemprotan disenfektan. Saya menangkap kekhawatiran mereka, karena selama ini Pemkot Batu juga belum memberikan kejelasan efektivitas penyemprotan yang dilakukan,” terang Endro.

Meski demikian, Endro juga berharap penyemprotan bisa dilakukan kembali dengan catatan sudah ada pernyataan dari Pemkot Batu terkait hal tersebut. Seiring hal itu, pihaknya segera berkirim surat ke pihak Pemkot Batu maupun ke tim pencegahan covid, sejauh mana efektivitas penyemprotan disenfektan dalam pencegahan virus tersebut.

“Kami segera mengirimkan surat terkait permintaan pernyataan atau keterangan dari Pemkot Batu, maupun pihak terkait akan efektivitas penyemprotan disenfektan. Harus ada kepastian biar masyarakat maupun kader kami bisa lebih semangat dalam hal pencegahan covid. Kami bersurat ini demi kebaikan bersama,” tegasnya. (BAS)