
LUMAJANG, Sekilasmedia.com– Dengan Adanya Pasca Gempa Magnitudo yang berkekuatan 6.7 SR, yang juga terjadi di Daerah Kabupaten Lumajang, Sabtu (10/04/2021) lalu.
Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno S.I.K M.Si, Berklaborasi dengan BNN juga relawan Terhadap korban Gempa komunitas Lumajang merangkol, Kades dan Camat Tempursari, Mengadakan Trauma Healing Para Korban Gempa.
Kegiatan tersebut dilaksanakan langsung di Lapangan Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (19/04/2021) Sore.
Menurut Eka Yekti, hal itu bertujuan agar anak-anak segera melupakan bencana yang terjadi kemaren di karnakan kejadian gempa tersebut merupakan pengalaman yang pertama bagi mereka yang bisa menimbulkan kenangan menyedihkan atau terarah trauma.
“Dengan adanya kegiatan itu kami berharap tidak sampai ke arah trauma jadi hanya kenangan menyedihkan saja tidak sampai ke tahap trauma, Karna mereka melihat sendiri keadaan rumah yang hancur tentu saja menjadi pengalaman yang kurang baik untuk mereka kedepannya.” Ujarnya.
Selain itu Peny Tumitah Selaku Kades Kaliuling menyampaikan trimakasih kepada Kepala kapolres Lumajang dan juga beserta semua Timnya karna sudah memberi trauma healing semua warga maupun anak-anak korban gempa.
“Kami mengucapkan banyak trimakasih kepada Kapolres bersama semua timnya yang telah memberikan Trauma healing Warga saya kususnya anak-anak smoga ini bisa bermanfaat untuk menghilangkan ketakutan terhadap gerakan ataupun bunyi yang mengagetkan.” Ucapnya.
“Saya sendiri terkadang juga masih kaget tapi alhamdulillah kegiatan ini bisa dilaksanakan di dalam suasana yang baik cerah saya berharap kedepannya ada lagi trauma healing yang bisa di laksanakan di Dusun-dusun lainnya.” Tambahnya.
Sementara itu, Drs.Agus Syamsul Hadi, selaku Kepala Camat Tempursari Kabuten Lumajang, menyampaikan juga Trimakasih kepada kepolisian karna sudah membantu dan mengurangi atau menghilangkan rasa trauma terjadinya bencana gempa lalu.
“Kami berterimakasih kepada kepolisian yang telah membantu kami setidaknya bisa untuk mengurangi dan bisa menghilangkan rasa trauma karna ini merupakan pengalaman yang luar biasa seperti yang dilihat oleh bapak kapolres.” Katanya.
“Rumah sekian tahun tiba-tiba ambruk kami tadi melihat upaya dari semua tim trauma healing dari kapolres bisa sedikit menggembirakan, bahkan saya sudah tua ikut gembira dengan ibuk kepala desa ya sekalikali kita lihat-lihat kegembiraan karna mulai kemarin kita lihat rumah roboh orang menangis.” Pungkasnya. (Hartono/Maria)





