
Gresik, Sekilasmedia.com – Nekad Gelar pelantikan jabatan kasie pemerintahan Suparno hasil seleksi ujian tulis pada 1 Mei 2021 lalu , Kepala Desa Munggugebang Wariyanto di demo warga di halaman luar pendopo balai desa Munggugebang, Rabu malam (19/5/2021).
Tampak warga Desa Munggugebang dengan membawa pamlet melakukan orasi dengan pengamanan pihak Kepolisian, TNI dan Trantib Kecamatan Benjeng.
” Warga desa Munggugebang yang melakukan aksi demo ini menuntut agar pelaksanaan pelantikan saat ini dibatalkan. Dan perlunya ada perubahan pelaksanaan rekrutmen perangkat desa yang lebih transparan dan tanpa ada pungutan biaya atau gratis, ke depannya,” kata korlap aksi demo Sugiat kepada awakmedia.
Selain itu, juga meminta rekrutmen ulang untuk jabatan Kasie pemerintahan desa Munggugebang, imbuhnya.
Aksi demo warga desa ini, memantik warga lain ikut bersuara. Menurut salah satu warga yang lain yang mengaku pernah ikut seleksi perangkat desa tahun 2017 meminta tak disebutkan namanya menambahkan proses rekrutmen perangkat desa di desa Munggugebang tahun ini, seperti pada tahun 2017 lalu.
Tahun 2017 itu, dibuka rekrutmen perangkat desa di Desa Munggugebang untuk mengisi jabatan yang lowong yakni Kasie Perencanaan dan Sekretaris Desa dan terdapat 10 orang yang melamar. Di mana kasie perencanaan 5 orang dan Sekdes 5 orang, ingatnya.
Setelah pemberkasan menjelang tes tulis atau ujian dirinya ditanyai kesanggupan menyiapkan duit Rp. 100 juta untuk mengikuti seleksi perangkat desa oleh Kades Wariyanto secara pribadi saat pamit untuk ikuti tes seleksi kasie perencanaan.
” Alasan yang disampaikan Kades waktu itu karena biaya untuk seleksi perangkat desa sebesar Rp. 100 juta. Karena tidak punya uang akhirnya dirinya di dis atau di coret dari kepesertaan seleksi. Pihak panitia beralasan karena usianya 42 tahun lebih dua bulan,” katanya lagi.
Akibat masalah ini, akhirnya warga tidak berani ikut rektrumen perangkat desa di Desa Munggugebang karena tidak ada biaya, ungkap dia.
Sementara itu nampak Kades Wariyanto datang ke kantor naik mobil dengan pengawalan pihak Kepolisian. Aksi demo sempat ricuh saat salah satu Kepala Dusun Munggusoyi meminta pendemo bubar, para pendemo tidak terima. Namun bisa diredam sesama warga pendemo.
Kondisi ini mempengaruhi jadwal pelaksanaan pelantikan perangkat desa sesuai undangan pukul 19.30 WIB, namun sampai pukul 21.00 WIB tidak kunjung digelar dan acara dibatalkan.
Kapolsek Benjeng AKP Lukman kepada awak media menerangkan karena kondisi tidak kondusif di mana warga pendemo masih bercokol di halaman luar kantor desa. Akhirnya sesuai kesepakatan bersama dengan Polres Gresik bersama Danramil serta pemerintah desa maka acara dibatalkan dan massa dihimbau pulang.
Kades Munggugebang pun hanya di dalam kantor desa mengucilkan diri saat akan dikonfirmasi awakmedia. (rud)






