
Mojokerto, sekilasmedia.com – CV. Dewi Pustaka kembali edarkan buku LKS diduga bodong. LKS yang diedarkan tidak mencantumkan kelengkapan dan ISBN yang tidak bisa diakses.
Fakta baru kembali mengemuka terkait buku LKS untuk pelajar SD dan MI semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 terbitan CV. Dewi Pustaka yang tidak mencantumkan nama penulis buku, serta pelaku perbukuan yang dicantumkan dalam buku tersebut sehingga bisa dikatakan bodong
Seperti yang diungkap oleh salah satu wali murid yang bernama Hadi Purwanto, S.H . yang mana putrinya duduk di Kelas 6 SDN Pohkecik Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto. Yang mengunakan buku LKS tersebut untuk penunjang belajar.
“Buku PENJASORKES kelas 6 terbitan CV. Dewi Pustaka dengan merk dagang NEW FOKUS yang saya beli melalui paguyuban kelas penuh kejanggalan “ tutur Hadi saat conferensi pers di ruang belakang Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto, Rabu (23/06/2021).
sangatlah tidak wajar sebuah buku LKS diterbitkan dan diperdagangkan kepada masyarakat luas tidak dicantumkan nama penulis buku, pengarang buku, editor dan penyunting didalam buku tersebut.
Hadi menjelaskan Syarat utama sebelum menerbitkan dan memperdagangkan buku LKS. CV. Dewi Pustaka harus memiliki legalitas usaha penerbitan buku. Ketentuan ini sudah jelas dan tegas diatur sebagaimana dimaksud pada Pasal 30 Butir (a) UU No. 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan yang menyatakan bahwa penerbit berkewajiban memiliki izin usaha penerbitan.
“Saya prihatin setelah melihat data-data yang ada, ternyata saat menerbitkan buku ini CV. Dewi Pustaka hanya memiliki izin perdagangan Alat Tulis Kantor tetapi faktanya menjalankan usaha penerbitan buku,” papar Hadi.
Selain nama penulis buku dan pelaku perbukuan tidak dicantumkan, kejangalan lainnya yaitu pencantuman International Standard Book Number (ISBN) 978-602-9622-65-6 di Kulit Belakang buku setelah dicek ternyata tidak ada data yang ditemukan
“ISBN nya setelah saya traking ternyata tidak ada data apa-apa” tegas Hadi
Padahal ISBN tersebut dikeluarkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai satu-satunya lembaga yang berwenang mengeluarkan ISBN di negara ini.
“Kami sudah mendapat surat balasan dari Perpusnas yang menyebutkan bahwa ISBN 978-602-9622-65-6 tersebut tidak terdaftar serta Perpusnas tidak pernah mengeluarkan ISBN tersebut” jelasnya
Yang cukup disayangkan juga ternyata Buku PENJASORKES Kelas 6 SD CV. Dewi Pustaka sama persis dengan Buku “PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA dan KESEHATAN” Kelas 6 SD CV Prima Putra Pratama hanya berbeda di Kulit Depan Buku saja
“Jangan menjadikan anak-anak didik sebagai objek perdagangan karena itu bukanlah tindakan yang terpuji dan sangat merusak moralitas bangsa” Ungkap Hadi
Dari konfirmasi yang dilakukan oleh Sekilasmedia.com kepada AKY anggota DPRD Kabupaten Mojokerto yang berada di Komisi 4 selaku direktur CV. Dewi pustaka melalu telepon membantah tuduhan tersebut
AKY menjelaskan jika CV. Dewi Pustaka mempunyai kerjasama naskah dengan CV. Prima Putra Pratama dalam pengadaan naskah dan percetakan dengan nama PRIMA dan NEW FOKUS
“Saya punya surat pernyataan kerjasama naskah. Secara tertulis dan ditandatangani” jelas AKY kepada sekilasmedia.com
Buku LKS PENJASORKES terbitan CV.Dewi Pustaka dengan ISBN 978-602-9622-65-6 merupakan kesalah dalam penulisan dan percetakan
“ISBN yang benar 978-602-5622-65-6 salah dalam penulisan 5622 dengan 9622 . Coba dicek” lanjut Hadi
Dari hasil traking yang dilakukan dengan ISBN 978-602-5622-65-6 ditemukan judul pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan, penulis Bambang Agus, editor Endang Soenarjati, penyunting Tim new fokus, penerbit CV. Dewi pustaka
LBH Barracuda tidak main main dalam permasalahan buku LKS ini. Mereka mempunyai bukti serta menunggu surat balasan dari anggota bidang kehormatan DPRD kabupaten Mojokerto serta surat dari Polres Mojokerto.
“Saya sedang menunggu surat balasan, jika tidak ditanggapi saya akan membawa bukti ini ke Istana Negara” jelas Hadi (Rik)






