
Gresik, Sekilasmedia.com – Sesuai Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor. 821.2/446/437.73/2021 tertanggal 30 Juni 2021 yang ditandatangani oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. Menunjuk S. Hariyanto, S Pd. MM. yang menjabat pengawas Sekolah Ahli Madya di Dispendik Gresik ini, untuk menjabat Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik mulai tanggal 1 Juli 2021. Setelah pejabat kepala dinas sebelumnya pensiun.
Terkait jabatan yang diembannya sekarang, Hariyanto kepada awakmedia mengatakan sesuai SP dari Gus Bupati bahwa mulai tanggal 1 Juli 2021, saya ditunjuk menjadi Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik selama 3 bulan ke depan sampai nanti dilantiknya kepala dinas definitif yang baru.
” Penunjukkan ini, untuk mengisi kekosongan jabatan kepala dinas di OPD Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik,” ujar dia pada Kamis (1/7/2021).
Sebelum menjalankan amanah dari Gus Bupati saat ini sebagai Plt Kadispendik Gresik, S. Hariyanto mengakui kariernya di dunia pendidikan Gresik dirintis mulai dari bawah yakni sebagai guru atau pengajar, tepatnya di SMPN 2 Benjeng selama 10 tahun.
Kemudian sekitar tahun 2010, dirinya dilantik oleh Bupati Gresik saat itu menjadi Kepala Sekolah di SMPN 2 Cerme setelah sebelumnya mengikuti test calon kasek, dan mendapat nilai terbaik masuk ranking pertama. Lalu tahun 2012 diangkat menjadi pengawas SMP di Dispendik Gresik sampai sekarang.
” Gus Bupati menunjuk saya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik ini, selain dari segi golongan dianggap sudah memenuhi syarat dan dari pengalaman organisasi pendidikan dimulai dari bawah (guru, kasek damn pengawas), juga diharapkan nanti untuk menjaga kondisi dinas pendidikan agar kondusif, terkendali dan aman sampai dilantiknya pejabat definitifnya.” Jelas dia.
Dan tugas selama 3 bulan ke depan, disampaikan Plt Kadispendik Gresik yakni pertama menjaga kondusivitas di dunia pendidikan. Artinya bagaimana program Dispendik berjalan sesuai program yang ada. Dan tugas saya mengawasi dan mengawal.
Kedua, terkait program kajian dan evaluasi. Di sini ada dua, diantaranya kajian dan evaluasi tentang organisasi. Nanti saya akan melakukan kajian-kajian bersama teman-teman Dispendik, melibatkan pengawas dan dewan pendidikan.
” Dari hasil kajian tersebut, kita akan tahu mana kelemahan dan kelebihan. Dan dibentuknya kajian-kajian ini berdasarkan raport mutu, di mana setiap kabupaten atau daerah memiliki raport mutu, begitu juga dengan kabupaten Gresik, ” terangnya.
Dari raport mutu tersebut, kita akan tahu mana-mana tingkat kelebihan di suatu daerah atau kabupaten, mana-mana kekurangan di suatu daerah atau kabupaten, berdasarkan 8 standar nasional.
Hariyanto mengungkapkan dilihat dari raport mutu di Dispendik Gresik nampak di sana bahwa kekurangan kita yang paling lemah di sarana prasarana lembaga pendidikan. Terutama lembaga pendidikan sekolah dasar (SD) yang kondisinya parah dibanding dengan lembaga pendidikan SMP yang kondisinya agak mendingan.
Oleh karena itu, kalau kita sudah tahu kelemahan kita di sarpras maka sesuai raport mutu yang ada, maka program tahun depan bisa kita genjot menjadi program prioritas.
Kedua, dari raport mutu bisa dilihat bagaimana standar pendidik, tenaga pendidik dan kependidikan masih jauh belum mencapai standar nasional. Oleh karena itu,kita akan lakukan kajian dan evaluasi.
” Dalam waktu dekat, insya allah kami akan mengadakan event dunia pendidikan tentang bedah raport mutu, dengan mengundang pakar pendidikan. Saya berharap bisa mendapat solusi dan menelurkan rekomendasi, yang akan saya bawa ke Gus Bupati dan Wakil Bupati. Untuk menentukan kebijakan dan menata dunia pendidikan Kabupaten Gresik yang lebih baik lagi dan maju menuju terwujudnya Gresik baru,” tutur Hariyanto. (rud)






