Daerah

Usai I-BAN Bansos, Jembrana Bentuk Kampung Bahari Budidaya Udang Berbasis Technology Terkeni

×

Usai I-BAN Bansos, Jembrana Bentuk Kampung Bahari Budidaya Udang Berbasis Technology Terkeni

Sebarkan artikel ini

Jembrana, Sekilasmedia.com
Guna mencegah ketidak meratanya penyaluran bantuan sosial, Pemerintah Kabupaten Jembrana baru baru ini telah meluncurkan aplikasi terbarunya I- BAN (Integrated Bansos/Bansos Terintegrasi). Sistem itu dipastikan dapat memaksimalkan pendistribusian bansos secara adil dan merta kepada masyarakat.

Di sela sela tinjauan pembangunan tambak undang, di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Bupati Jembrana I Nengah Tamba Selasa (3/8) mengatakan, pendisitribusian bansos sejatinya telah dilakukan sangat selektif berdasarkan data yang benar dan akurat. Hanya saja oleh sebagian masyarakat masih dianggap tebang pilih, serta tidak adil.

“Makanya kami luncurkan aplikasi I-BAN. Semoga ini bisa menjawab perasaan ketidakadilan masyarakat ketika pendistribusian bansos,” kata Bupati Jembrana.

Munculnya ide pembuatan aplikasi I-BAN (Integrated Bansos) ungkap Bupati, karena banyaknya keluhan masyarakat yang didengar terutama dalam penyaluran bansos. Oleh karenanya dengan adanya aplikasi I-BAN semua data-data kuncinya terintegrasi dalam sistemnya dan itu sangat mudah dan tidak bisa dibohongi.

BACA JUGA :  KKN di Lamongan, Mahasiswa Unair Diajak Berdayakan Desa Berkembang

“Pertama tama unduh Speed-ID di smartphone, lakukan pengajuan bansos cukup lewat menu Speed-Q yang ada didalam aplikasi. Kemudian cari bansos, input data diri sesuai KTP dengan memasukkan Nama dan NIK,” jelasnya.

Untuk calon penerima bansos harus lolos dalam tiga tahapan verifikasi. Tahapan pertama adalah mereka yang sudah tervaksinasi Covid-19, kedua bukan dari TNI-Polri maupun ASN, dan ketiga mereka yang tidak pernah mendapatkan bantuan jenis apapun dari pemerintah.

Selain I-BAN bansos, Bupati Tamba juga mengaku akan menjadikan Kabupaten Jembrana sebagai Sentra Produksi Budidaya Komoditas Laut, salah satunya udang vaname. Di mana untuk pembangunan tambak undang vaname dimulai dari Dusun Pebuahan, Banyubiru, yakni menggunakan metode Ultra Instensive Aquariculture Technology.

BACA JUGA :  Polresta Sidoarjo Terus Masifkan Vaksinasi Covid-19 di Pasar Tradisional

“Ini sebuah metode budidaya udang vaname dengan basis technology terkini,” ungkap Bupati.

Meski begitu untuk mencapai gols tersebut, pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan termasuk juga para investor yang miliki minat bisnis budidaya hasil laut.

“Kami memiliki panjang garis pantai 76 Kilometer, nantinya akan diatur penataan ruang supaya bisa dimanfaatkan dengan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dikatakan lebih lanjut, program ini merupakan kerjasama Pemda Jembrana dan TNI AL dengan menggandeng investor PT Bunafit Bamaraja Marine dalam bentuk Kampung Bahari Nusantara berbasis budidaya udang vaname dan wisata bahari.

“Kami yakin, budidaya udang ini bisa membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat khususnya yang bergerak di perikanan,” tandasnya. Soni