Daerah

Legislatif Gelar FGD, Berharap Normalisasi Kali Lamong Berjalan Efektif

×

Legislatif Gelar FGD, Berharap Normalisasi Kali Lamong Berjalan Efektif

Sebarkan artikel ini

Gresik, Sekilasmedia.com – Normalisasi Kali Lamong  di Gresik Selatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendapat dukungan dari parlemen. Sejumlah anggota DPRD Gresik menggelar focus grup discussion (FGD) di Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang pada Kamis (28/10/2021).

Diskusi  bertemakan  Strategi Penanganan dan Upaya Pengendalian Banjir Kali Lamong dipimpin Wakil Ketua DPRD Gresik Mujib Riduan, berlangsung dengan suasana gayeng. Dalam FGD dia mengajak masyarakat desa setempat untuk mendukung upaya Pemkab Gresik melakukan normalisasi Kali Lamong itu.

Normalisasi kali Lamong merupakan salah satu program Nawa Karsa, pemerintahan Gresik Baru.

Pada kesempatan ini, disampaikannya bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pengerukan tanah serta penempatan  di lokasi tanah warga untuk peninggian tanggul.

” Termasuk imbasnya pada tanaman pertanian di sekitar lokasi penimbunan tanggul, dan masyarakat secara ikhlas apabila tanamannya tertimbun hasil kerukan normalisasi kali Lamong,” ujar Mujib Riduan.

BACA JUGA :  KONPENSASI YANG DIAJUKAN WARGA SUMBEREJO,DISEPAKATI PT UNIAGRI

Ditambahkan oleh anggota fraksi Partai Golkar DPRD Gresik Khomsatun bahwa pengerukan normalisasi kali Lamong sebagai bentuk pencegahan banjir musiman yang berada di wilayah Balongpanggang-Benjeng.

Lebih lanjut, dia mengajak untuk itu secara bersama-sama dengan masyarakat Balongpanggang di wilayah sekitar kali Lamong untuk ikut serta membantu terlaksananya program pemerintah Kabupaten Gresik tersebut.

Anggota fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Gresik Catur  Dadang Rahardjo menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi yang pelaksanaannya dilakukan  PUPR saat ini menjawab aspirasi warga yang terdampak banjir kali Lamong. Sehingga banjir di wilayah Gresik Selatan diharapkan mampu diturunkan atau diminimalisir dengan kebersamaan dan gotongroyong.

” Dampak banjir ke depan bisa dikurangi dan selesai dalam waktu yang ditargetkan dalam kurun waktu tiga tahun,”pungkasnya.

BACA JUGA :  Pengurus Karang taruna Magetan Masa Bhakti 2021 - 2026 Resmi Dikukuhkan

Sementara itu, Camat Balongpanggang M. Yusuf Anshori menuturkan masyarakat sangat antusias mendukung dan secara ikhlas membantu serta mendorong terlaksananya kegiatan normalisasi kali Lamong.

Terkait nanti ada pembebasan tanah warga di lokasi bibir sungai, Camat Balongpanggang juga menyampaikan adanya sosialisasi lanjutan dari ATR/BPN perihal tanah warga terdampak saat sosialisasi pembebasan tanah terdampak, bukan sosialisasi normalisasi.

Salah satu  warga Desa Dapet Kecamatan Balongpanggang  Suwandi (40) terkait pelaksanaan normalisasi kali Lamong ini mengungkapkan  sangat mendukung program normalisasi karena pada musim penghujan tiba, debit air dipastikan cukup tinggi. Sehingga warga Dapet pun ikut terdampak banjir namun tidak seperti banjir di wilayah Benjeng, ketinggiannya.

” Kami ( warga) juga berharap di musim penghujan wilayah Gresik Selatan tidak ada banjir lagi,” pintanya. (rud)