Daerah

Di Kantor Kecamatan Gresik,  Wabup Beri Edukasi Masyarakat terkait Penanggulangan HIV/Aids 

×

Di Kantor Kecamatan Gresik,  Wabup Beri Edukasi Masyarakat terkait Penanggulangan HIV/Aids 

Sebarkan artikel ini

Gresik, Sekilasmedia.com – Guna menekan angka kasus penularan aids di Kabupaten Gresik, Aminatun Habibah Wakil Bupati Gresik yang juga selaku Ketua Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Gresik gencar memberikan sosialisasi.

Bu Min sapaan akrab Wabup Gresik tak tanggung-tanggung dalam memberikan sosialisasi. Dirinya langsung turun ke bawah untuk mengedukasi masyarakat.

Seperti yang dilakukan hari ini, Jum’at (26/11/2021). Bu Min datang langsung ke kantor Kecamatan Gresik untuk memberikan edukasi.

“Masyarakat sekarang ini merasa sangat khawatir dengan penyakit tersebut. Masyarakat juga sering menganggap pengidap Aids harus dijauhi. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab penularannya dan cara pencegahannya serta juga tentang kondisi penderitanya. Sehingga pengidap Aids tidak dikucilkan di tengah masyarakat,” kata Wabup.

BACA JUGA :  Rusmilawati Korwil Kalteng Piala Menpora U16 Dukung Kalteng Putra U16 Di Liga 1 U16 Bimbingan Firman Utina

Ia menuturkan, bahwa sebagai komisi penanggulangan aids di Kabupaten Gresik, pihaknya masih memiliki pekerjaan besar untuk mengatasi tingkat penyebaran Aids di wilayah Kabupaten Gresik.

Dari resiko penularannya, lanjut Bu Min, penyakit Aids yang disebabkan oleh virus HIV dapat menular melalui sejumlah faktor, diantaranya aktifitas seksual, tranfusi darah, pemberian ASI pada bayi dan juga pemakaian satu jarum suntik secara bergantian.

BACA JUGA :  Pasien No 84 Tulang Bawang Meninggal Dunia Akibat Terpapar Covid-19

“Saya minta kepada semua yang hadir untuk dapat membantu menyampaikan kepada masyarakat. Dengan kita mengetahui resiko penularannya dan kondisi penderitanya,” pungkas Wabup.

Melalui program yang dijalankan KPA ini juga, diharapkan Gresik 3 zero kasus HIV/Aids  di tahun 2030. Yaitu dengan tidak ada infeksi baru, tidak ada kematian yang disebabkan HIV/Aids dan tidak ada diskriminasi terhadap ODHA. (rud)