Daerah

Kapolresta Mojokerto Trabas Jalur Rawan Banjir Sambil Bagi Sembako

×

Kapolresta Mojokerto Trabas Jalur Rawan Banjir Sambil Bagi Sembako

Sebarkan artikel ini
Kapolresta AKBP Rofiq Ripto Himawan saat bagi sembako pada korban banjir

Mojokerto,Sekilasmedia.com – Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan dengan menggunakan mobil off roader, terobos jalur rawan banjir dan longsor di wilayah kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Minggu (7/11/2021), sambil membagi sembako pada korban banjir.

Dalam kegiatan kali ini Kapolresta Mojokerto bersama Komunitas Jeep atau MJC (Mojopahit Jeep Community) melakukan penyisiran langsung di sepanjang wilayah yang terdampak luapan sungai Lamong sepanjang tahun bersama BPBP Kabupaten Mojokerto, Danramil, Tagana, dan BBWS.

“Kita laksanakan bakti sosial ke rumah-rumah yang terdampak kali Lamong. Kalau dari data yang kita kumpulkan ada 30 sampai 35 KK yang terdampak. Ini jadi peristiwa rutin tahunam terjadi,” ucap Kapolresta di Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, yang rutin menjadi langganan banjir setiap tahun.

Usai melakukan penyisiran dan mitigasi dini di wilayah rawan banjir, yakni Dusun Talunbrak, Desa Talonblandong, Dusun Klanting, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, dirinya mengatakan banjir tahunan jangan ada pembiaran. Harus ada langkah-langkah konkrit bagaimana mengatasi masalah tersebut.

BACA JUGA :  DPC PKB Kabupaten Blitar Targetkan 18 Kursi di Pileg 2024

Terlihat rumah-rumah warga terdampak banjir berada di pinggiran sungai dengan posisi lebih rendah dari jalan desa.

“Tidak hanya respon banjir, tapi proaktif bagaimana banjir ini kita tangani. Jadi yang Dusun Talunbrak solusinya harus pakai bronjong. Kalau di sini (Dusun Klanting) solusinya tanah dinaikkan, dan sudah ada anggarannya dari desa maupun kecamatan,” katanya.

Untuk itu, dirinya akan berkoordinasi dengan Forkopimda terkait antisipasi luapan air Kali Lamong yang meluap agar tidak masuk ke wilayah penduduk.

Sementara, normalisasi arus dari balai besar wilayah sungai (BBWS) harus segera dilakukan. “Ini juga ada dari BBWS juga sudah ada, kita komunikasi biar normalisasinya bisa kita laksanakan,” ujarnya.

Terpisah, Kasi Humas Polresta Mojokerto IPDA MK Umam menambahkan, pemantauan lokasi rawan banjir dan longsor di wilayah utara sungai Brantas ini untuk memberikan bantuan sosial secara door to door. Sekaligus melihat kondisi rumah warga dan mendengar keluhan korban banjir.

BACA JUGA :  Bupati Asahan Hadiri Rapat Koordinasi Teknis Perumahan Perdesaan di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta

Pihaknya pun memberikan paket sembako, dan himbauan antisipasi dini jika air Kali Lamong kembali meluap sewaktu-waktu. Lantaran, saat ini Indonesia sudah memasuki musim penghujan.

“Setidaknya ada puluhan paket sembako dan obat-obatan diberikan kepada warga dua dusun yang terdampak banjir,” ujarnya.

Sementara, salah satu lansia pasangan suami istri Swadi dan Santri yang paling terdampak saat banjir tahunan mengatakan mereka sudah terbiasa mengalami hal ini sejak tahun 2019 lalu. Diusianya yang sepuh, mau tidak mau harus menerima bencana alam yang terjadi setiap tahunnya.

“Njih bagaimana lagi, rumah kami ada dipinggir sungai. Dan posisinya rendah. Kalau banjir yah kelelep separo rumah (terbuat dari bahan kayu) saya,” ucap Swadi.

Dirinya berharap, benar-benar ada solusi dan bantuan dari pihak-pihak terkait untuk mengatasi permasalahan yang dialami bersama warga lain. Agar tidak merasa was-was ketika hujan deras mengguyur.

“Kalau air masuk rumah bisa seminggu tiga kali pas musim hujan gini. Nanti masuk airnya, gak berapa lama, hitungan jam surut lagi. Ikutin kondisi hujan,”keluhnya.(wo)