Gresik, Sekilasmedia.com – Peristiwa anjloknya jembatan kacangan yang melintasi Kali Lamong di Desa Gluranploso Kecamatan Benjeng pada Minggu sore, menjadi perhatian Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau akrab disapa Gus Yani. Karena jembatan tersebut sangat vital dan merupakan penghubung jalan kabupaten antara Desa Bulurejo dan Desa Gluranploso di Kecamatan Benjeng.
Bupati Gresik didampingi Sekda Gresik Akhmad Wasil, Asisten 2 Pembangunan Sekda Gresik Gunawan Setijadi dan Kepala DPUTR Gresik Ahmad Hadi meninjau langsung kondisi jembatan Kacangan yang mengalami anljok di atas kali lamong, pada Senin (20/12/2021).
Setelah melihat-lihat kondisi jembatan kacangan, Gus Yani kepada awakmedia menyatakan hasil investigasi di lokasi, bahwasannya kemarin siang sekitar pukul 15.00 WIB. Jembatan kacangan ini mengalami penurunan atau anjlok ke bawah, kita pastikan dan dicek pagi hari ini. Dan tentunya kita segera cari solusinya yang tercepat agar jembatan ini bisa diperbaiki kembali.
” Masih kita cek bersama dan mudah-mudahan anggaran ini segera kita siapkan, karena akses ini sangat dibutuhkan masyarakat. Apalagi jembatan ini merupakan aset kabupaten (jalan Kabupaten). Semoga segera teridentifikasi penyebabnya dan kita berkoordinasi terus bersama BBWS Bengawan Solo dalam penanganan masalah jembatan kacangan tersebut, ” katanya.
Setelah dirinya tinjau lokasi, menurut Gus Yani, insya allah akan diikuti Kepala BBWS Bengawan Solo yang akan melihat langsung ke lokasi.
Dan terkait dugaan sementara anjloknya jembatan ini, kembali diungkapkan Bupati Gresik bahwa sesuai informasi dari Pak Sekda, karena arus air yang cukup deras dari kali lamong sehingga timbul skoring atau putaran arus di sekitar lokasi pilarnya. Apakah pilarnya turun atau mengalami patah, kita belum tahu.
Karena fungsi jembatan kacangan yang cukup vital, Gus Yani tampak di lokasi mengintruksikan Sekda bersama Asisten 2 dan DPUTR untuk membentuk tim kajian sebagai langkah pengajuan anggaran pembangunannya dan untuk mengetahui penyebabnya sekaligus menentukan estimasi kebutuhan anggaran pembangunannya ke depan.
Pada kesempatan ini, kepada Sekda dan Camat Benjeng juga diintruksikan agar jembatan ini ditutup total dari segala aktivitas warga agar tidak menimbulkan korban jiwa dan mempermudah instansi terkait melakukan kajian. Serta melakukan pengalihan arus lalu lintas ke wilayah desa terdekat, yang terhubung dengan desa Gluranploso.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Akhmad Wasil menambahkan apa yang sebelumnya disampaikan Bupati Gresik bahwa jembatan kacangan yang anjlok ini dibangun tahun 2002 atau berusia sekitar 19 tahun. Dengan panjang jembatan total 100 meter lebih dan lebar 7 meter.
” Karena fungsinya yang cukup vital maka secepatnya awal tahun 2022 akan dilakukan pembangunan, dengan estimasi kebutuhan biaya dari APBD Kabupaten Gresik antara Rp 10 miliar sampai Rp. 15 miliar,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Ahmad Hadi kepada awakmedia menjelaskan peristiwa anjloknya jembatan kacangan secara teknis akan kita teliti secara lebih pastinya. Memang ada satu pilar ambles atau mengalami patahan, karena ada aliran di dalam sehingga terjadi pengurangan dan tidak bisa menahan beban di atasnya. Maka akan digunakan metode tertentu.
” Nantinya akan dilakukan pembangunan baru, karena tidak bisa memakai material yang lama. Sementara terkait besaran anggaran, akan dihitung dahulu kebutuhannya. Apakah akan dikerjakan dalam satu tahun atau dua tahun, kita hitung dulu seperti apa skema pembiayaannya,” pungkasnya tak berani berestimasi.
Pada kesempatan ini, Sukardi selaku Koordinator Lapangan Bidang Sungai BBWS Bengawan Solo juga menyatakan anjloknya jembatan kacangan karena faktor alam. Meski jembatan kacangan melintasi kali lamong namun ranahnya milik Kabupaten Gresik. Sehingga yang membangun nanti Kabupaten Gresik.
” Tugas kami tiap hari hanya mengecek ketinggian air kali lamong saja,” tuturnya. (rud)





