Daerah

Dari Wisata Treking Pokdarwis Luah Tambah Swing dan Sport Photo, Bantu Perekonomian Warga

×

Dari Wisata Treking Pokdarwis Luah Tambah Swing dan Sport Photo, Bantu Perekonomian Warga

Sebarkan artikel ini

 

Prosesi persembahyangan melaspas sekaligus peresmian fasilitas kegiatan Pokdarwis Banjar Luah, Sangkan Gunung.berupa swing dan sport photo

Karangasem,Bali,Sekilasmedia.com-Untuk membantu kesejahteraan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata. Warga Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Karangasem merangkai prosesi melaspas dengan peresmian swing dan sport photo penggunaan fasilitas kegiatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdawaris) Pucak Luah Santhi, Unit BUMDes Bina Sejahtra, di Banjar Luah, Sangkan Gunung,  Sabtu, (18/12/2021).

 

Acara yang berlangsung sederhana itu, dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Karangasem, dapil Sidemen, I Wayan Sumarta, dan Ketua BUMDes se Kecamatan Sidemen ,didampingi Perbekel (Kades) Sangkan Gunung, I Nyoman Suara, serta BPD Sangkan Gunung, Nyoman Putra Suarjana, LPM, I Made Berati, Pokdawaris Banjar Luah dan tokoh masyarakat

 

Selaku wakil rakyat Wayan Sumarta menyampaikan selamat atas terbentuknya Pokdawaris Pucak Luah Shati, Banjar Luah. Setelah dilaksanakan prosesi melaspas dan diresmikannya fasilitas swing dan sport potho. Selanjutnya sebagai pelaku pengembangan kegiatan kepariwisataan di desa, Pokdarwis sebisa mungkin untuk menjadikan sangkan gunung sebagai desa ekowisita sehat nasional sesuai adat yang dimiliki.

BACA JUGA :  Kapolresta Mojokerto Laksanakan Donor Darah Bersama Walikota

 

“Pokdawaris itu harus aktif, terutama dalam mendesaint desa wisata yang sehat dan bersih sesuai adat. Dengan begitu PAD desa akan dapat meningkat sehingga nantinya bisa untuk membantu perekonomian masyarakat setempat,” cetus anggota dewan ini. .

 

Disebutkan, keberadaan Pokdawaris di desa, sudah sangat terbukti berpengaruh dan signifikan meningkatkan kualitas program atraksi dan sense of beloging masyarakat terhadap kemajuan pariwisata. Namun semua itu dapat diwujudkan dengan koordinasi bersama masyarakat, dan itu harus aktif dilakukan dalam membangun desa wisata.

 

“Pokdarwis harus memikirkan sejak dini bagaimana mengembangkan pariwisata di sangkan gunung agar dikenal banyak wisatawan baik itu dari Nusantara maupun manca Negara,” tutupnya.

 

Perbekel Sangakan Gunung, Nyoman Suara, mengungkapkan terimakasih kepada masyarakat Sangkan Gunung khususnya warga Banjar Luah yang di tengah wabah pandemi C-19, tidak pernah menyurutkan semangat Pokdawaris di wilayahnya dalam mendesaint desa untuk menjadi kawasan pariwisata.

 

“Terimakasih dukungannya. Bila sebelumnya ada treking kini fasilitas ditambah swing dan sport photo. Meski begitu Pokdarwis diminta untuk ikut aktif dalam menghimbau masyarakat, menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan corona,” minta Suara.

BACA JUGA :  Dua WNA diamankan Usai Melanggar Hukum Keimigrasian di Kediri, Satu Oknum WNA 8 Tahun Buron

 

Lebih lanjut, mengenai Pokdarwis  kata Suara dikenal memiliki potensi sosial yang tinggi. Oleh karenanya kelopok ini dapat mendukung kegiatan perekonomian di desa  bersama masyarakat setempat secara aktif. Yang mana hubungan nyatanya melakukam komunikasi, partisipatif antara Pokdarwis dan masyarakat. Dengan begitu akan dapat menumbuhkan rasa bertanggungjawab terhadap perekonomian khususnya di desa Sangkan Gunung melalui kepariwisataan desa.

 

“Untuk mendukung perekonomian masyarakat di masa pandemi saat ini hanya itu pontensinya. Jadi Pokdarwis masih teta dapat bergerak aktif sebagai salah satu garda terdepan dalam upaya mencari solusi bersama untuk menghadapi stuasi ini,” terang Perbekel Suara.

 

Didampingi Ketua BUMDes Sangkan Gunung, Ketut Yadnya, Ketua Pokdarwis Pucak Luah Santhi. I Nengah Sutapa, mengatakan untuk membangun sebuah desa wisata bukan perkara mudah. Selain harus jeli memperhatikan keseimbangan aspek lingkungan dan kenyamanan, juga tidak lepas dari peran, dukungan dan sinergitas dari semua sthokhoder.

 

“Kami dalam membangun desa wisata cara sewajar saja. Intinya tidak berlebihan yang sampai berdampak buruk pada alam kearifan lokal. Peting masih tetap memiliki nilai jual dan positifnya kembali ke masyarakat,” tandas Sutapa. Sony