Daerah

Mojokerto Tampilkan UMKM Bernuansa Majapahit di Ajang APEKSI Qutlock 2021

×

Mojokerto Tampilkan UMKM Bernuansa Majapahit di Ajang APEKSI Qutlock 2021

Sebarkan artikel ini
Walkot Mojokerto Hj Ika Puspitasari hadir dengan suguhan batik nuansa Majahit di ajang APEKSi Qutlock 2021 di Sanur Bali.

Denpasar,Sekilasmedia.com
Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur, menghadirkan nuansa dan tampilan berbeda di ajang pertemuaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Qutlock 2021, yang diselenggarakan di Segara Village, Sanur, Denpasar, Sabtu (18/12) lalu.

Dihari 42 Walikota se-Indonesia., Pemkot Mojokerto menyuguhkan sederet produk andalan industri kecil dan menengah bernuasa Majapahit. Diantaranya Batik Mojokerto yang memiliki motif khas sejarah di masa kerajaan Majapahit dan kehidupan sehari hari masyarakat.

Selain batik booht khusus Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Mojokerto, terdapat pula batik motif Babad Majapahit. Dimana motif ini mengisahkan peperangan Majapahit di hutan Tarik. Lainnya itu, ada juga batik yang menggambarkan flora dan fauna, Badak, Kupu-kupu dan burung tirai. Semakin larut memandang, batik motif Gebyar Surya Majahit dan motif Kelor Majapahit juga ikut terpajang.

BACA JUGA :  Cuaca Buruk, BMKG Himbau Masyarakat Siaga Potensi Dampak Bencana

Lebih tak mau ketinggalan tampil adalah alas kaki khas Mojokerto dengan kualitas ekspor. Dan aneka bentuk kerajinan yang terbuat dari fiber glass diantaranya bentuk Soekarno kecil juga ada.

Pada kesempatan itu Walikota Mojokerto Hj Ika Puspitasari menyampaikan, agenda APEKDI Qutlock 2021 ini membawa misi sama dengan hajatan sebelumnya di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu bangkit diasa vandemi C-19.

Pun mengenai APEKSi ini, pemerintah kota se-Indonesia bersinergi dan berkalborasi dalam membangun daerah masing masing dengan mengedepankan kearifan lokal serta potensi yang dimiliki.

“Kami dalam rangkaian APEKSI di Sanur Bali ini, menyediakan beragam booth andalan produksi hasil UMKM Kota Mojokerto. Produksi unggulan yang sudah menjadi komoditas ekspor berpuluh puluh tahun di Mojokerto. Yakni alas kaki berupa sepatu dan sandal,” ujar Walikota perempuan pertama dan termuda di Mojokerto ini.

“Selain itu kami juga tengah berupaya mengembangkan salah satu warisan budaya tak benda, berupa batik khas Mojokerto yang motif dasarnya Surya Majapahit,” tambah dia.

BACA JUGA :  Damkar Ngoro Dan BPBD Sigap Dalam Penanganan Pohon Beringin Tumbang, Arus Arah Jombang- Ngoro

Lanjut dijelaskan, Surya Majapahit adalah simbol kerajaan Majapahit yang kemudian dikembangkan oleh para pembatik Mojokerto lewat berbagi motif tenunan diantaranya motif bunga matahari. Di mana untuk motif bunga matahari ini telah menjadi ciri khas Kota Mojokerto, dan digunakan sebagai baju seragam seluruh ASN dan non-ASN di Kota Mojokerto.

“Untuk yang lain, kami dari Pemkot Mojokerto juga membawa kerajinan yang dibuat dalam rangka nguri uri budoyo jawi atau melestarikan warisan budaya Majapahit,” jelas ibu dua anak ini.

Beberapa bentuk kerajinan, beber istri Supriyadi Karima Saiful itu, ada desain kapal Majapahit dan berbagai jenis kapal lainnya dimasukkan kedalam botol, bahkan telah dipaten. Kriya bentuk Surya Majapahit dan yang baru dikembangkan adalah Soekarno bentuk anak kecil sekolah dasar.

“Jejak sang proklamator ini yang  sedang kami kembangkan untuk potensi pariwisata. Mengingat beliau pernah mengemban pendidikan dasar dan tinggal selama delapan setengah tahun di Mojokerto,” tandas perempuan kelahiran Mojokerto 12 April 1979 itu. Sony.