
Badung,Sekilasmedia.com
Pasca insiden gantung diri dilakukan seorang mahasiswa bernama Komang Adi Ariana (22) di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (24/4) lalu, munculkan fakta baru
Sebelum ditemukan tewas gantung diri, pemuda asal Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar itu sengaja menyewa kamar kost khusus seharga Rp 100 ribu per hari, di Jalan Uluwatu Gang Damai, Banjar Werdi Kosala, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, yang jauh dari tempat tinggalnya
Korban sengaja menyewa kamar tersebut hanya untuk mengakhiri hidup. Tragisnya mendiang sempat meninggalkan dua pucuk surat di kamar Nomor 06, tempat ia gantung diri. Berikut isi dua lembaran surat yang ditulis korban.
Tut ne Bli km, Tut bli ngidih pelih, beli be jelek, tuah dadi beban keluarga. Tut berjuang nah barengin ibuk. (Tut ini kakak kamu, Tut kakak meminta maaf, kakak sudah jelek, hanya menjadi beban keluarga. Tut berjuang ya temani ibu),” demikian ditulis dalam surat pecahan kecil tersebut.
Lalu pada surat kedua, terdapat dua pesan utama yang disampaikan oleh Komang Adi Ariana. Pesan pertama masih ditujukan untuk adiknya. Dan isi pesan kedua ia meminta maaf kepada pemilik kos karena telah menjadikan indekosnya sebagai lokasi bunuh diri.
Untuk Ketut! Tut bli ngidih pelih, bli anak beler Tut, Bli anak ngendah, hidup bli e sia-sia Tut, Bli be kadung gagal. Tut berjuang nah selegin melajah, runguang ibuk Tut, bareng-barengin ibuk!! (Untuk Ketut! Tut kakak meminta maaf, kakak orang nakal Tut, kakak orang ngawur, hidup kakak sia-sia Tut, kakak sudah terlanjur gagal. Tut berjuang ya, lebih rajin belajar, pedulikan ibu Tut, temani ibu), tertulis pada pesan pertama
Sedangkan isi pesan kedua ditujukan untuk bapak kos, sinang pirang tyang pak, tiyang nyelang tempat bapak e, tur ampura pak tiyang ngae kotor tempat bapak. Ampura pak. (Untuk bapak kos, maafkan saya Pak, saya meminjam tempat Bapak, dan maaf Pak saya membuat kotor tempat bapak. Maaf Pak).
Setelah ditemukannya surat itu, pemilik kost Ketut Adhi Yoga kepada polisi mengaku awalnya korban datang dan menyewa kamar kos miliknya selama sehari. Namun sampai batas yang seharusnya keluar mahasiswa itu justru ditemukan tewas gantung diri.
Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Ketut Sugiarta Yoga dalam keterangan tertulis menjelaskan, setelah menerima informasi adanya mahasiswa tewas gantung diri, pihaknya langsung turun melakukan olah TKP dan menggali informasi di lapangan.
“Korban ditemukan tergantung di belakang pintu kamar kos menggunakan tali yang diikat di ventilasi atas pintu,” terang Kompol Sugiarta Jumat (29/4).
Saat ditemukan, korban menggunakan celana pendek putih dan baju kaos warna hitam. Kepala menghadap ke barat, leher terikat tali tambang warna hijau dan kaki menjinjit, tangan mengepal, megeluarkan cairan air mani serta kotoran dan lidah menjulur kecepit gigi.
Beberapa barang yang ditemukan di kamar kos yang disewa korban, yakni ponsel yang terkunci, dompet lengkap dengan indentitas korban berisi uang Rp 482 ribu, sepucuk surat, dan sepasang sepatu. SN.






