Peristiwa

Gara-Gara Joran Disambar Ikan, Warga Menganti Tenggelam di Tambak Sedalam 7 Meter

×

Gara-Gara Joran Disambar Ikan, Warga Menganti Tenggelam di Tambak Sedalam 7 Meter

Sebarkan artikel ini
Empat jam dicari, korban tenggelam di tambak Menganti akhirnya tim gabungan Satpolairud Polres Gresik berhasil menemukannya (Foto: Humas Polres Gresik)

Gresik,Sekilasmedia.com-Nasib nahas menimpa Suwandi (45), warga Dusun Krajan, Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Pria tersebut tewas tenggelam setelah nekat terjun ke tambak sedalam sekitar tujuh meter untuk mengambil joran miliknya yang terseret ikan, Kamis (20/8/2026).

Peristiwa itu terjadi di tambak milik H. Nur Qomari, Dusun Putatlor, Desa Putatlor, Kecamatan Menganti. Saat kejadian, korban diketahui sedang memancing bersama seorang rekannya.

Sekitar pukul 12.00 WIB, joran korban tiba-tiba disambar ikan hingga terseret ke tengah tambak. Korban yang berusaha menyelamatkan pancingnya kemudian spontan melompat ke dalam tambak.

Naas, korban justru tenggelam dan tidak kembali muncul ke permukaan.

BACA JUGA :  Buntut 9 Pengurus PUK di PHK, Karyawan Teh Botol Sosro Sudah 7 Hari Mogok Kerja.

Rekan korban yang saat itu sedang menjalankan salat sempat mendengar teriakan meminta pertolongan. Saksi kemudian berusaha membantu dengan menyelam ke dalam tambak. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

Laporan kejadian diterima Polsek Menganti sekitar pukul 13.00 WIB. Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman bersama personelnya langsung mendatangi lokasi dan melakukan penanganan awal, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi.

Pencarian kemudian melibatkan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Gresik, Satpolairud Polres Gresik, serta personel TNI AL dari Denipam 2 Mar Pasmar 2.

Tim gabungan menyisir lokasi dan melakukan pencarian secara intensif di sekitar titik terakhir korban terlihat.

Setelah hampir empat jam dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 17.43 WIB. Jasad korban kemudian dievakuasi ke tepi tambak dan diserahkan kepada pihak keluarga.

BACA JUGA :  Mayat Tanpa Identitas ditemukan dibawah Pohon Sengon

Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman mengatakan, kecepatan personel dalam merespons laporan merupakan bentuk kesiapsiagaan kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“ Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terlebih dalam situasi yang membutuhkan penanganan cepat seperti kejadian ini,” ujar AKP Arif Rahman.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar perairan, terutama di area tambak yang memiliki kedalaman cukup tinggi.

“ Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan mengambil risiko dengan masuk ke perairan yang tidak diketahui kondisi dan kedalamannya,” pungkasnya.