Daerah

Pers Tour Hari Ke 3, Menikmati Indahnya Kampung Majapahit, Waduk Tanjungan dan Kampung Madu

×

Pers Tour Hari Ke 3, Menikmati Indahnya Kampung Majapahit, Waduk Tanjungan dan Kampung Madu

Sebarkan artikel ini

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Guna mengenalkan obyek wisata di kabupaten Mojokerto, melalui dinas Kominfo Pemkab Mojokerto menggelar Pers Tour bersama puluhan awak media baik media cetak, TV maupun online. Pers Tour dibagi menjadi 4 kelompok, untuk hari ini Rabu (27/7/2022) merupakan hari ketiga dengan sasaran tiga lokasi yakni kampung majapahit desa Bejijong Trowulan, waduk Tanjungan Kemlagi dan wisata madu di desa Kemlagi.

Untuk sasaran yang pertama rombongan mengunjungi kampung majapahit di desa Bejijong, desa ini mempunyai historis pusat Kerajaan besar Majapahit yang sekarang banyak meninggalkan tempat-tempat bersejarah.

Seperti diketahui sebelumnya, desa Bejijong masuk nominasi menjadi desa Wisata terbaik Se- Indonesia, desa Bejijong menjadi juara tiga kategori CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability).

Penghargaan tersebut diraih pada acara Anugerah desa wisata Indonesia (ADWI) 2021 dari Kemenparekraf Sandiaga Sholahudin Uno yang di berikan Kepala desa Bejijong, salah satu alasannya adalah kekuatan toleransi beragama serta kearifan lokal yang masih kental di desa tersebut.

Desa Bejijong merupakan daerah wisata yang mempunyai destinasi wisata budaya merupakan peninggalan Majapahit dengan nama Kampung Majapahit.

Kampung Majapahit sendiri Berdiri sejak tahun 2015, setelah dibangunnya rumah majapahit, sekitar 198 rumah majaphit di setiap halaman rumah warga dan pagarnya yang bergaya arsitek kuno majapahit yaitu menyerupai bangunan Candi.

Penataan rumah khas Majapahitan artinya susunan arsitektur kuno, dengan dasar Batu Bata yang mirip digunakan candi-candi dan peninggalan lain Majapahit , masing-masing rumah Majapahit berderet rapi di tambah pagar yang menjadi pembatas jalan dan rumah warga dengan motif relief Majapahitan serta atap genting berhiaskan ukel, tampak eksotis kental akan Kampung tempo dulu.

Menurut kepala desa Bejijong Pradana Mardiatna, kampung Majapahit Bejijong Tidak hanya menawarkan pemukiman dengan nuansa khas Majapahit, tetapi banyak hal yang di suguhkan seperti pengrajin, Batik, menginap di home sty ,rumah wisata dan lainnya,semua itu di kemas di paket wisata yang bisa di lihat di Intagram Bejijongku.”

Pradana menambahkan, semua paket wisata tersebut akan jadi satu pintu melalui BUMDES milik pemerintahan desa Bejijong.

“Di Bejijong ini juga terdapat pusat pengrajin patung dari Kuningan,seperti milik Hariyadi (57) hasil kerajinanan di pesan dari jakarta bahkan pernah ada pesanan dari Australia,” tambahnya.

BACA JUGA :  Pemkab Mojokerto Raih Dua Penghargaan Nasional Bidang KB

Selain pengrajin kuningan Bejijong juga terdapat pengrajin batik tulis, kuliner, serta event ceremonial seperti pertunjukan tari-tarian maupun Event budaya di candi Brahu,” terang Pradana.

Tak hanya itu, desa Bejijong juga terdapat 50 rumah majapahit yang di siapkan untuk wisatawan yang ingin bermalam, rumah majapahit itu di jadikan home sty dengan harga Rp180.000,00 per malam, selain itu kampung majapahit juga di siapkan “rumah wisata Lotus” yang penampakannya seperti rumah jawa asli karena mulai perabot, tempat tidur, acesoris kental dengan barang antik bahkan ada gamelan dan perangkat membatik, rumah wisata ini di siapkan juga untuk wisatawan dengan tarip Rp. 280.000 / orang semalam” ucap Kades.

Di kampung majapahit Bejijong juga terdapat Candi Brahu yang berlokasi di kawasan dukuh Jambu Mente. Candi ini merupakan tempat sembahyang serta berdoa masyarakat setempat.
Menurut sejarahnya bangunan ini didirikan oleh Empu Sendok di era Kerajaan Mataram kuno.

Selanjutnya rombongan rombongan menuju ke wisata waduk Tunjungan kecamatan Kemlagi disana kita disambut Kepala desa beserta staff lengkap dengan pengelolah Ekowisata waduk tanjungan Kemlagi yaitu Ketua BUMDES Tanjungsari yang bernama Heri.

Kades Tanjungan Sumarlik menyampaikan bahwa waduk Tanjungan merupakan milik desa yang di kelola BUMDES namun Sebelum menjadi Ekowisata waduk Tanjungan sebelumnya semak belukar dan hanya untuk mengembala ternak, saat itu para petani hanya menanam pertanian. Hanya mengandalkan tadah hujan, sehingga adanya pengajuan propsal oleh Bupati ke pusat dan di realisasi sejumlah 199 Juta, sehingga di bangun lah waduk dengan tujuan untuk pengairan dan pertanian yang sebelumnya hanya pertanian tadah hujan.karena waduk ini mempunyai pemandangan yang bagus sehingga di jadikanlah sebagai destinasi ekowisata,” ungkap Kades.

Ditempat yang sama ketua BUMDES Heri mengatakan bahwa ekowisata waduk tanjungan ini adalah milik desa yang bekerjasama dengan perguruan tinggi Surabaya Ubaya, sehingga terus mengupayakan destinasi perbaikan demi kemajuan sesuai selera pengunjung.

Selain itu wisata ini bisa dijadikan wisata keluarga. Anak-anak bisa bisa ke wahana permainan anak atau kolam renang, ibu-ibu bisa menikmati kuliner, yang sangat khas adalah nasi jagung dengan jamur batunya yang sangat enak dan murah.

BACA JUGA :  Polres Probolinggo Gelar Kejuaraan Pencak Silat 2022

Untuk berwisata di waduk Tanjungan, pengunjung hanya ditarik biaya Rp. 5000 Rupiah untuk orang dewasa dan Rp. 2500 untuk pengunjung anak-anak.
Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati, suasana waduk dengan sebuah perahu yang di sewakan untuk mengelilingi waduk dengan hanya membayar Rp 10 ribu.” Jelas Heri.

Setelah dari Ekowisata Waduk Tanjungan kami melanjutkan ke lokasi terakhir yaitu Kampung Madu di Desa Kemlagi.

Kampung Madu Kemlagi adalah pemberdayaan madu di lakukan di pinggir hutan perbukitan Wilayah kemlagi.

“Ternak madu ternyata tidak semudah yang kita bayangkan, pemberdayaannya sangat sulit karena rata-rata petani madu susah di mintai ilmunya.” ungkap Irwan peternak madu.

Sementara Kepala desa Kemlagi Abdul Wahap menyampaikan, kampung madu di desa kemlagi bisa kita wujudkan dan hari ini kita sudah bisa melakukan pemberdayaan itu bahkan kesulitan melayani permintaan pembeli madu karena permintaan terus meningkat, sehingga pemerintah desa Kemlagi mensuport dengan membantu pembiyaan dari reward dari propinsi sebagai desa mandiri.

Di akhir kegiatan, Kepala Dinas Komunikasi Informasi Ardi Sepdianto menjelaskan, Pandemi Covid-19 sangat berpengaruh terhadap seluruh kehidupan manusia baik dari sektor ekonomi maupun tempat wisata yang ada di Kabupaten Mojokerto.

“Sehingga kegiatan ini diharapkan dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi kita,” ucap ardi.

Pers Tour ini juga sebagai upaya Pemkab Mojokerto membantu para penggiat ekonomi khususnya tempat wisata di Kabupaten Mojokerto agar dapat bergairah kembali.

“Harapannya dengan melibatkan Wartawan nanti akan terpublikasi dengan wahana yang lebih lengkap dan baru sehingga kemudian kunjungan wisatawan akan lebih meningkat,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Ardi, sesuai dengan arahan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi harus melibatkan kolaborasi pentahelix yakni akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media,” terang Ardi.

Diakhir sambutannya, Ardi juga mengungkapkan, bahwa masukan dari pers dapat menjadi bahan evaluasi untuk Pemkab Mojokerto sendiri, baik dari segi teknis promosi hingga dari sisi publikasi untuk bisa lebih diperbaiki lagi.

“Saya lebih ingin sharing untuk kebaikan potensi-potensi wisata di kabupaten mojokerto,” pungkasnya.( Rud/Wo/Adv