
SURABAYA,Sekilasmedia.com-Karena Pandemi Covid-19, banyak rakyat yang terdampak, juga secara ekonomi, susah. Untuk itu perlu solusi salah satunya dengan ikhtiar meringankan beban untuk masyarakat, juga membantu ikhtiar agar masyarakat mendapat tambahan penghasilan dan bukan malah tambahan beban. Salah satu ikhtiar adalah dengan kekompakan, kepedulian gotong royong secara ekonomi, juga dengan UMKM serta koperasi, bahkan via sektor pertanian. Dampak pandemi Covid-19 sangat dirasakan masyarakat (dari level atas hingga bawah termasuk RW-RW, RT-RT, red.).
Kurang-lebih hal tersebut terungkap dalam Diskusi Terbatas di salah satu hotel di Surabaya, Minggu (3 Juli 2022), salah satunya diungkapkan Gandung Rafiul Nurul Huda sekretaris Jendral (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pusat, yang dalam agenda tersebut juga dihadiri Laksamana Pertama (Laksma) TNI Budi Siswanto, ST, MAP; Dadung Hari Setyo; Ucok Wilmar, Dani, Didik Kuswindaryatno, Siswahyu Kurniawan dan lainnya. Dimana pada hari sebelumnya ‘tim’ tersebut di Hotel Shangrila Surabaya sempat bertemu dengan Letnan Jendral (Letjen) TNI Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr. seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 21 Januari 2022 mengemban amanat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkobwilhan) III. Cantiasa merupakan lulusan terbaik Akademi Militer (Akmil) tahun 1990.
Gandung Rafiul Nurul Huda mengungkapkan, untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19, ada banyak hal termasuk untuk masyarakat Kawasan Indonesia Timur seperti rakyat Indonesia yang Pulau Papua, di Maluku, Maluku Utara dan lainnya. Salah satunya menurut Gandung adalah dengan efesiensi angkutan barang, efesiensi logistik, yang diantaranya bisa saja melibatkan armada dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk angkutan darat, laut, maupun udara.
Dengan melibatkan angkutan dari TNI maka akan mendapatkan sejumlah kelebihan, diantaranya bisa mengurangi panjangnya mata rantai sekaligus relatif lebih aman, sehingga efesien.
“Dengan melibatkan armada dari TNI, optimis akan lebih memperpendek mata rantai dan lebih aman, sehingga efesien,” ungkap Gandung Rafiul Nurul Huda yang sudah keliling hampir ke seluruh Indonesia termasuk pelosok-pelosok.
Pandangan Gandung Rafiul Nurul Huda tersebut disambut positif Laksamana Pertama (Laksma) Budi Siswanto yang juga salah satu petinggi di Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III yang langsung dibawah kendali Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.
Laksma Budi Siswanto pun yakin menyebut kesiapan TNI jika dilibatkan soal logistik lebih intensif ke berbagai wilayah seluruh Indonesia. Bahkan jika TNI dilibatkan dalam transportasi logistik, Laksma TNI Budi Siswanto yakin akan bisa ikut berkontribusi pada peningkatan daya beli masyarakat.
Diluar itu, terpisah, hal kurang lebih sama disampaikan Siswahyu Kurniawan penulis buku Bung Karno Dan Pak Harto, yang juga penulis buku biografi Asmuni – Srimulat. Siswahyu Kurniawan optimis jika TNI dilibatkan dalam logistik maka akan berefek pada turunnya harga barang.
“Saat ini memang diperlukan harga barang yang relatif lebih rendah,” ungkap Siswahyu Kurniawan yang juga sedang belajar membantu jaringan sekolah SMK-SMK, sekolah vokasi ini, di sejumlah tempat.
Sejumlah pihak yang dikonfirmasi juga mendukung pendapat Gandung Rafiul Nurul Huda dan Laksma TNI Budi Siswanto. Salah satunya disampaikan oleh salah satu tokoh Jawa Timur, Dr KH Abdul Rokhim SH MH (Kyai Rokhim) yang juga pimpinan Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin. Menurut Kyai Rokhim memang penting keterlibatan TNI dalam berbagai hal untuk kepentingan rakyat, termasuk transportasi logistik.
“Masyarakat sangat mengharapkan harga kebutuhan yang relatif murah, apalagi untuk luar Jawa dan Kawasan Indonesia Timur,” ungkap Kyai Rokhim yang juga ingin memajukan pendidikan di lingkungan lokasinya untuk lebih mengarah vokasi dan berjejaring. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926 (Sis).






