
Gresik, Sekilasmedia.com – Amblesnya tiang penyangga jembatan kacangan sisi selatan berakibat bentang jembatan patah beberapa waktu lalu, menurut hasil kajian Tim ahli beserta OPD yang disampailan oleh Bupati Gresik terkait karena faktor alam (tergerus aliran arus air kali Lamong saat banjir).
Dan sebagai jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Benjeng, juga penghubung antar 2 kecamatan (Benjeng dengan Kedamean), jembatan kacangan yang melintas di atas kali lamong ini merupakan akses vital.
Dampaknya membuat aktivitas ekonomi, pertanian dan pendidikan warga antar desa dan antar kecamatan di wilayah Gresik selatan terganggu.
Project Manager PT. Bangun Mulya Tanah Abadi (PT. BMTA), Barnes Rizky selaku kontraktor pelaksana proyek pembangunan jembatan kacangan mengatakan bahwa waktu pekerjaan proyek yang dikerjakannya di mulai dari bulan Juni akhir dan perkiraan diselesaikan pada tanggal 24 Desember.
” Perencanaan proyek ini sesuai arahan dari pemkab juga, yaitu di bulan Desember,” ujarnya.
Disinggung soal upaya antisipasi agar kejadian kemarin tidak terjadi lagi, PM PT. BMTA membandingkan terkait kedalaman pancang pada bangunan jembatan sebelumnya cuma 12 meter, namun untuk kedalaman tiang pancang sekarang dari sisi perencanaan sekarang sudah 36 meter.
Selain itu, Baja yang digunakan secara ukuran jauh lebih besar. Jadi seharusnya lebih baik menopang beban yang ada atas. Sementara itu, dalam proyek ini material seperti besi baja yang digunakan akan ganti yang baru.
” Jadi kami akan ada penghilangan aset, kami sudah konsultasi dengan pihak inspektorat terkait. Nanti status besi masih bagaimana masih dalam pembahasan,” tuturnya.
Untuk progres pekerjaan sekarang, sambung Barnes baru mencapai 7 persen, karena memang bobot terbesar kami ada di pancang dan baja, dengan bobotnya mencapai sekitar 70 persen dari total pekerjaan keseluruhan.
Terkait target waktu pekerjaan yang disodorkan PU, selama 4 bulan, kembali ditegaskannya konsern kami selama 4 bulan, kami rasa cukup berat karena yang pertama harus menunggu umur beton.
” Selain pancang nunggu 14 hari supaya bisa digunakan lebih optimal, aputmen juga nunggu paling tidak 14 hari agar baja bisa erektion,” tandasnya.
Kendala utama saat pembongkaran terutama cukup sulit karena areanya menyebrang sana dan muter cukup sulit. Tapi kami optimalkan, 4 sampai 5 bulan at most.
Untuk antisipasi di musim hujan saat pekerjaan proyek berlangsung ternyata sudah disiapkan pipa besar yang disiapkan untuk akses melintas barang dan alat berat kami. Nanti sungai akan sedikit diuruk, tapi tidak menghalangi laju air.
” Kami siapkan pipa-pipa besar supaya air bisa lewat, sebenarnya sedikit sekali dampaknya pada proyek.” timpal dia.
Tak lupa Standard ketahanan struktur sekitar ada 20 tahun, sementara itu pada jembatan melebar kurang lebih ke kanan setengah meter dari yang lama,” pungkasnya.
Ditempat terpisah Camat Benjeng Siti Sulichah saat ditemui di ruang kerjanya mengucapkan terima kasih dengan dikerjakannya jembatan kacangan tersebut, semoga nantinya sesuai dengan keinginan dan harapan masyarakat.
Untuk itu saya berharap agar nantinya mereka akan memikirkan jalan alternatif tersebut di tuntaskan jangan hanya separuh. Dimana jalan tersebut semua di uruk pakai sertu biar bagus semua. Tapi jalan tersebut harus di siram, kalau tidak di siram debunya bertebaran sangat luar biasa. Katanya dengan nada kesal. (rud)






