
Gresik, Sekilasmedia.com – Gelaran Lomba dayung Desa Gredek Kecamatan Duduksampean dalam rangkaian peringatan Dirgahayu Republik Indonesia tahun 2022 ini menginjak tahun ketiga, meski tahun kedua ditiadakan karena pandemi covid 19.
Meski begitu, gaung ajang lomba dayung di Desa Gredek kali ini yang diselenggarakan oleh Karang Taruna Boyzer, selain merambah di tingkat Kecamatan Duduksampean juga meluas sampai pelosok Kabupaten Gresik.
Kepala Desa Gredek Muhammad Bahrul Ghofar atau akrab disapa Pak Ghofar mengatakan ajang lomba dayung ini diadakan oleh Karang Taruna Boyzer Desa Gredek dalam rangka menyemarakkan Dirgahayu RI ke-77 tahun 2022. Kami sangat mengapresiasi sekali.
” Terima kasih atas kerjasama dan kekompakkan Kartar Desa Gredek sehingga acara ini terlaksana dengan baik, ” ucapnya .
Bahwa lomba dayung yang diikuti oleh 24 kontingen itu, secara rinci terdiri dari 20 kontingen dari luar desa Gredek dan 4 kontingan dari Desa sendiri.
” 20 kontingen peserta tersebut, berasal dari Muspika Duduksampean, 17 desa anggota AKD se Kabupaten Gresik, bahkan Wartawan Gresik juga ikut serta memeriahkan lomba dayung ini, ” ungkap Ghofar.
Dalam kesempatan ini, Kades Gredek berharap bahwasannya dengan peringatan Dirgahayu RI ke -77 ini, kita selaku generasi penerus ikut menjaga nilai-nilai perjuangan para pendahulu kita. Karena kemerdekaan yang kita rasakan saat ini adalah buah perjuangan para pahlawan, seyogyanya sebagai generasi muda bisa meneruskan perjuangan mereka.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Boyzer Desa Gredek Gustin Setiawan kepada awak media menjelaskan lomba dayung ini diadakan selama 4 hari, di mulai hari ini, Kamis (18/8) sampai Minggu (18/8- 21/8). Adapun, hadiah total bagi pemenang lomba ini Rp. 8 juta.
” Diikuti 24 kontingen,Hadiah Juara 1 mendapat Rp. 5 juta, juara 2 Rp. 2 juta dan juara 3 Rp. 1 juta,” ujarnya.
Camat Duduksampean Merista Dedy Haryadi atau yang akrab disapa Dedy
yang hadir pada acara tersebut, sangat mengapresiasi kegiatan lomba dayung yang diadakan di Desa Gredek sebagai olahraga tradisional yang popularitasnya sangat mendunia.
” Dari ajang lomba dayung tersebut, nantinya mudah-mudahan muncul bibit-bibit atlet dayung. Dan berharap agar lomba dayung tersebut tetap berlangsung terus dan tahun ke depan semakin banyak peserta yang mengikutinya,” terangnya.
Di samping, untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan RI, lomba dayung bisa menjadi daya tarik wisata serta pemberdayaan ekonomi warga. Kegiatan Karang Taruna Desa Gredek patut diapresiasi, ungkap Dedy dengan bangga.
Tampak keseruan persaingan merebut finish pertama antara kontingen yang berlomba dayung, bahkan diselingi kejadian lucu dan menghibur penonton, seperti yang menimpa beberapa kontingen karena ada yang masuk jalur lawan atau terlalu minggir sampai menabrak dinding waduk yang terbuat dari tanah bahkan perahu jalannya zigzag dan masih banyak lagi.
Adapun kontingen yang berlaga menyajikan keseruan pada hari ini, diantaranya seperti kontingen Desa Tebalo vs Kecamatan Duduksampean, kontingen Koramil Duduksampean vs Desa Petisbenem, kontingen Kartar (Ras) vs Gredek, kontingen Desa Cerme Kidul vs Wartawan Gresik. (rud)





