Daerah

Satlantas Polres Lamongan Hentikan Pengguna Jalan Di Berbagai Titik Untuk Peringatan Detik-Detik Proklamasi

×

Satlantas Polres Lamongan Hentikan Pengguna Jalan Di Berbagai Titik Untuk Peringatan Detik-Detik Proklamasi

Sebarkan artikel ini

Lamongan,Sekilasmedia.com – Petugas Satlantas Polres Lamongan bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) menghentikan pengguna jalan di traffic light, tepat saat pelaksaan detik-detik proklamasi, Rabu (17/8/2022).

“Ya, semua yang melintas kami hentikan tepat pukul 10.10 WIB,” ujar Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Aristianto Budi Sutrisno.

Saat dihentikan, petugas Polantas dan Dishub Lamongan bersama pengguna jalan melaksanakan penghormatan kepada Bendera Merah Putih.

Selain penghormatan, petugas dan pengguna jalan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya di jalan.

BACA JUGA :  Jalin Silaturahmi, warga Yosowilangun lor Gelar Mancing Mania

“Apa yang kami lakukan itu sesuai anjuran dari pemerintah, SE Mensesneg, kami berhenti sejenak dan mengambil sikap sempurna saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dan peringatan detik-detik proklamasi,” kata Aristianto.

Beliau mengungkapkan, ada 3 titik di Lamongan di mana petugas dan warga masyarakat berhenti sejenak dan mengambil sikap sempurna saat lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Ketiga titik tersebut, rinci Aris, di antaranya di Perempatan Toko Famili, simpang Bandeng Lele dan di Perempatan Pasar Sidoharjo Lamongan.

BACA JUGA :  Inflasi Kota Kediri Stabil Saat Lebaran, BPS Catat Beberapa Komoditas Pendorong dan Penghambat Inflasi

“Alhamdulillah semuanya berjalan khidmat dan masyarakat juga dengan sukarela mengikutinya,” ujarnya.

Tepat pada saat detik-detik proklamasi, traffic voice mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pada saat itulah, petugas dari Polantas dan Dishub Lamongan langsung berdiri dan mengambil sikap sempurna yang kemudian diikuti oleh pengguna jalan yang kebetulan sedang melaju di 3 titik jalan tersebut.

“Untuk mendukung pelaksanaannya, tadi kami juga memperdengarkan sirine atau suara penanda sebelum Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan,” tutupnya. (rud)