
Magetan, sekilasmedia.com – Dalam rangka malam resepsi Hari Santri dan pembukaan pasar rakyat hari jadi Magetan ke 347 Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Nahdlatul Ulama (NU) Magetan bersama Pemkab Magetan menggelar Sholawatan dan istighosah. Jum’at (21/10/2022)malam
Bupati Magetan yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setdakab Magetan, Kapolres Magetan, Dandim 0804 Magetan, Kemenag Magetan, Kepala OPD, pengurus Pondok pesantren se-Kabupaten Magetan dan para santri juga hadir dalam Istighosah yang dilaksanakan di pelataran Gor KiMageti Magetan.
Ketua GP Ansor Magetan, Habib Mustofa menyampaikan rasa syukur atas dukungan Pemkab Magetan dalam kegiatan tersebut.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Pemkab Magetan, yang telah mendukung kami para santri untuk menyelenggarakan acara malam hari ini. Semoga kedepannya sinergitas seperti ini bisa terus berkelanjutan,”imbuhnya.
Gus Tofa berharap, semua kegiatan yang diselenggarakan Pemkab Magetan bersama Ansor Magetan, yakni Pasar Rakyat dan Gebyar Hari Santri 2022 beserta semua kegiatannya bisa berjalan dengan baik dan sukses.
Sementara Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekdakab Magetan Permadi Bagus Darmawan, menyampaikan ucapan terimakasih atas sinergitas antara Pemkab Magetan dengan GP Ansor dan NU Cabang Magetan sehingga acara peringatan Hari Santri tersebut bisa terselenggara dengan baik.
“Malam hari ini merupakan malam kolaborasi antara Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-347 dengan Hari Santri 2022. Perlu diketahui untuk hari jadi Magetan tanggal 12 Oktober sedangkan Hari Santri tanggal 22 oktober dan hal inilah yang tidak dimiliki oleh Kabupaten/Kota lain,” ucap Permadi
Permadi menjelaskan, dalam rangka membangun bangsa dan negara, santri juga mempunyai peran yang sangat penting.
“Santri selalu siap untuk mendharma baktikan hidupnya untuk bangsa dan negara dan santri juga tidak pernah lupa akan tugasnya yaitu menjaga agama, karena dengan menjaga agama sama dengan memuliakan manusia. Sebaliknya, agama tidak diturunkan untuk merendahkan martabat manusia. Oleh karena itu, santri berkeyakinan bahwa menjaga martabat kemanusiaan juga berarti menjaga Indonesia,” pungkasnya (Ryn)





