Daerah

Sesuai Babad Giri, Telaga Sumber Sudah Ada Sejak Tahun 1.400

×

Sesuai Babad Giri, Telaga Sumber Sudah Ada Sejak Tahun 1.400

Sebarkan artikel ini
Eko Jarwanto memaparkan sejarah telaga Sumber berdasar catatan babad
Eko Jarwanto memaparkan sejarah telaga Sumber berdasar catatan babad

Gresik, Sekilasmedia.com – Telaga Sumber yang letaknya persis disebelah timur Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, sudah berusia lebih dari 600 tahun bahkan lebih, demikian disampaikan oleh Eko Jarwanto, salah satu nara sumber seminar dengan tema ” Sejarah Telaga Sumber MAG dan Rebo Wekasan” , Sabtu (22/10).

” Menurut salah satu catatan lontar dari Babat Giri, disebutkan bahwa telaga Giri dibuat bersamaan dengan pembangunan Giri Kedaton yang berdasar catatan berangka tahun 1.400, dan peninggalan yang masih tersisa adalah babakan yang terbuat dari kayu, ” terang Eko di depan peserta seminar yang berlangsung di aula Masjid Agung.

BACA JUGA :  Polresta Malang Kota Kembali Amankan Ratusan Motor Knalpot Brong  Untuk Balapan Liar

Telaga Sumber disebut 3 kali dalam catatan tersebut, dan salah satu diantaranya adalah adanya pertempuran antara Raja Mataram dan Raja Sumenep.

Telaga tersebut sengaja dibuat untuk kebutuhan air bersih bagi warga masyarakat Dusun Sumber yang berlokasi di utara jalan, dan juga bagi warga Dusun Kembangan yang berada di sebelah timur telaga.

Sementara ” Rebo Wekasan” yang biasa dilakukan selamatan bagi warga Dusun Sumber adalah budaya yang dipengaruhi oleh Islam gaya pesisir, dan abangan khas pedalaman di pulau Jawa.

Rebo wekasan adalah selamatan untuk tolak balak, sekaligus sedekah bumi yang biasa dilakukan pada hari Rabu terakhir di bulan Sofar dalam kalender Jawa atau Hijriyah.

BACA JUGA :  Minyak Goreng di Gudang Minimarket Dapat Perhatian Kapolreta Sidoarjo

” Saat itu masyarakat masih agraris, sehingga setiap tahun dalam mengungkapkan rasa syukur, mereka menggelar selamatan yang berisi hasil panen, sekaligus berdoa agar terhindar dari musibah dan bala bencana, ” jelas Eko.

Ketua Takmir Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, Ahmad Misbahul Munir yang menggagas seminar ini berharap agar telaga yang persis di timur masjid ini bisa diketahui asal usul nya menurut catatan sejarah.

” Karena berada di kawasan dan di halaman masjid, sehingga kita juga perlu mengetahui asal mula telaga berdasar catatan sejarah, serta dibenarkan oleh para arkeologi, bukan hanya cerita dari mulut ke mulut yang kadang kita tidak jelas sumbernya, ” jelas Misbah. ( rud)