
Denpasar,Sekilasmedia.com
Sebuah video demo kericuhan di Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar Selatan, viral di media sosial Instagram, Rabu (16/11/2022).
Dalam video berdurasi 1,3 menit itu mempertontonkan sekelompok pemuda yang mengatasnamakan mahasiswa papua menolak kegiatan G20 di Bali serta meminta agar Papua bisa merdeka dari Indonesia.
Para pendemo juga membawa beberapa poster. Yang mana aksinya itu dihalang halangi oleh tokoh adat dan pecalang setempat.
Singkatnya, perseteruan kian memanas saat kedua belah pihak adu argumentasi. Terlebih lagi seorang yang mengaku sebagai ketua adat meminta agar pendemo membubarkan diri dan jangan membuat keributan di wilayahnya.
“Siapa yang bertangungjawab, mana izinnya,” seru beberapa warga yang ada dalam video saat menanyakan kepada kelompok yang melakukan aksi unjuk rasa tersebut.
“Dengar saya, dengar saya, rumah saya di sini, Saya juga ketua adat di sini. Kalau saya turunkan masyarakat adat saya, apa yang akan terjadi, Jangan ribut-ribut di sini,” ucap tokoh adat.
Bukanya manut bubar, perkataan tokoh adat itu malah direspon emosi oleh salah satu orang dari kelompok yang demo dan meminta agar massa yang disebutkan diturunkan.
“Gak apa apa turunkan saja,” sahut seorang pendemo.
Sontak jawaban itu mengundang reaksi dari warga setempat yang diduga pecalang. Hingga kemudian terjadi keributan antara warga dan massa pendemo, yakni saling pukul menggunakan benda tumpul.
Pada akhirnya massa pendemo berhasil dipukul mundur dan masuk ke dalam rumah. Tapi sayang ada beberapa dari mereka malah terlihat melempar benda seperti kayu dan batu ke luar rumah. SN.






