Daerah

Tingkatkan Ekonomi Petani, Pemkab Lamongan Dukung Budidaya Labu Putih Di Desa Dermolemahbang

×

Tingkatkan Ekonomi Petani, Pemkab Lamongan Dukung Budidaya Labu Putih Di Desa Dermolemahbang

Sebarkan artikel ini

Lamongan,sekilasmedia.com – Masuk dalam kategori desa mandiri di Lamongan, Desa Dermolemahbang Kecamatan Sarirejo Kabupaten Lamongan memiliki potensi di bidang pertanian, yakni sayur labu putih.

Potensi yang ada terus dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan memberikan dukungan kepada masyarakat desa setempat agar lebih bergairah dalam berkegiatan menanam labu putih.

“Pemerintah sangat mendukung potensi yang ada di sini yakni labu putih. Karena dengan potensi tersebut akan menggairahkan kegiatan bertanam yang tentunya menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tutur Bupati Lamongan Yuhronur Efendi disela-sela kegiatan pengambilan sumpah jabatan Kepala Desa Dermolemahbang, Amari yang resmi menjabat kedua kalinya Kamis (24/11) di Balaidesa Dermolemahbang.

BACA JUGA :  Tak Bisa Tunjukkan Surat Bebas Covid-19, Puluhan Mobil di Putar Balik di Pos Pengetatan Simongagrok

Sebagai satuan pemerintah terkecil yang dekat dengan masyarakat, Pemerintah Desa Dermolemahbang mendampingi pengembangan potensi labu putih dengan mengadakan pelatihan pengembangan penanaman dengan menghasilkan sayur jumlah banyak, pengelolaan, cara pengemasan menarik, dan sistem pemasaran setiap satu tahun sekali kepada PKK dan Pokmas setempat.

“Sejak tahun 2016 kami melakukan pelatihan-pelatihan yang bertujuan untuk mendukung serta mengembangkan potensi labu putih yang ada di desa kami,” jelas Sekretaris Desa Dermolemahbang Zainul Mustofa.

BACA JUGA :  Kampung Coklat bagikan THR kepada Ribuan Jamaah Pengajian

Di jual bijian dengan harga lima ribu rupiah, Pendistribusian labu putih hasil dari Desa Dermolemahbang sudah mencapai luar kota diantaranya, Babat, Kediri, Jombang, dan lainnya.

“Kalau waktu tanamnya kan setelah musim pasi, sekitar bulan Mei dan di panen bulan November. Lalu warga kita menjualnya sampai luar kota, karena memang banyak diminati untuk olahan makanan,” terang Zainul. (rud)