Denpasar,Sekilasmedia.com -Memperingati Hari Anti Korupsi se-Dunia Tahun 2022, Kejaksaan Negeri Denpasar menyelenggarakan lomba Yel-Yel dan LKTI tingkat SMA/SMK sederajat dan Perguruan Tinggi.
Kasi Intel Kejari Denpasar, Putu Eka Suyantha mengatakan, perlombaan tersebut memperebutkan Piala Bergilir Kejaksaan Tinggi Bali, Piala Bergilir Wali Kota Denpasar dan Piala Bergilir Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar.
“Perlombaan ini sudah dimulai dari 24 Oktober 2022, diikuti 36 SMA/SMK, baik negeri maupun swasta dan 9 Universitas di wilayah Denpasar,” ujar Eka Jumat (9/12).
Setelah melalui proses panjang dan penilaian ketat, akhirnya pada Kamis 8 Desember didapatkan pemenang dari masing masing tim yang mengikuti lomba.
Adapun tim yang menjadi juara dalam lomba Yel-yel tingkat SMK/SMA sederajat. Untuk Juara I diraih SMA Negeri 9 Denpasar. Juara II SMK Negeri 4 Denpasar. Juara III SMK Negeri 5 Denpasar. SMA (SLUA) 1 Saraswati Denpasar menempati Harapan I, SMA Negeri 1 Denpasar Harapan II dan SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar Harapan III.
Sedangkan tim yang menjadi juara LKTI tingkat SMK/SMA, Juara I ditoreh SMA Negeri 3 Denpasar. Juara II SMA Negeri 2 Denpasar. Juara III SMA Negeri 6 Denpasar. SMA Kristen Harapan Denpasar Harapan I. SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar Harapan II dan SMA Negeri 9 Denpasar Harapan III.
Lalu tim yang menjadi juara LKTI tingkat Perguruan Tinggi, diposisi pertama ada Universitas Udayana, disusul posisi kedua, Institut Seni Indonesia dan posisi tiga Universitas Pendidikan Nasional Denpasar. Sementara Harapan I, diberikan pada Stikes Bali Wisnu Dharma, Harapan II, Sekolah Tinggi Farmasi Maha Ganesha dan Harapan III Universitas Dhyana Pura.
Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Rudy Hartono,S dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kejaksaan Negeri Denpasar baru pertama kali mengadakan kegiatan lomba dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia yang memperebutkan piala bergilir dan kegiatan ini dapat terselenggara berkat adanya dukungan dari berbagai pihak.
“Saya berharap melalui lomba Yel-yel dan Karya Tulis Ilmiah ini, tak hanya sebagai ajang unjuk kebolehan prestasi masing-masing, tapi lebih dari itu, sebagai salah satu wadah untuk menunjukkan kreatifitas, jiwa kritis dan prestasi yang dimiliki,” tuturnya. SN.






