
Blitar, Sekilasmedia.com-
Belum lenyap rasa gegap gempita gelaran satu Abad NU kemarin di GOR Delta Sidoarjo, bersambut even dibeberapa daerah termasuk di Kabupaten Blitar. Tema Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru, harus menjadi ruh perjuangan pada pelaksanaan Konferensi Cabang NU Kabupaten Blitar ke 18 juga yang diselenggarakan 18 – 19 Februari 2023 pekan depan.
Mujianto, Ketua Perhimpunan Pergerakkan Indonesia (PPI) Kabupaten Blitar dan juga mantan PC IPNU Kabupaten Blitar 2000 – 2003, mengatakan bahwa subtansi tema satu abad NU harus dikaitkan dengan NU di Kabupaten Blitar termasuk dalam memilih figur PC NU Kabupaten Blitar.
“Menjadi pemikiran sendiri tentang substansi tema satu abad NU tersebut harus dikaitkan dengan konteks NU di Kabupaten Blitar, baik dalam merumuskan kebijakan program yang akan dibahas pada sidang-sidang komisi, maupun dalam memilih figure sentral PC NU Kabupaten Blitar kedepan. Mendigdayakan NU sebuah kalimat kerja yang penuh semangat, harus powerfull, jangan setengah-setengah dalam mengemban amanah perjuangan di NU sebagaimana yang menjadi amanah dari para pendirinya,” katanya.
Masih kata Mujianto, para pengurus NU mulai dari pengurus ranting sampai cabang di Kabupaten Blitar juga harus bisa berfikir dan bertindak kekinian sekaligus memproyeksikan isu-isu kedepan menjadi sebuah program dan tantangan yang akan dihadapi oleh NU, menuju kebangkitan baru, bangkit dari keterpurukan, bangkit dari ketidakberdayaan dan lepas dari sekat-sekat yang menghambat perjuangan menuju masa depan.
“Nah sehingga dari konsep subtansi ruh dari tema satu abad NU tersebut figure seperti apa yang akan dipilih untuk menahkodai NU Kabupaten Blitar 2023 – 2028 kedepan, dan mampu menerjemahkan konsep dari tema satu abad tersebut. Muncul beberapa nama yang sudah beredar, Seperti KH. Arif Fuady, MM. KH. Dr. Arif Faizin. MP,d, H.Kholid Mustofa, H. Ahmad Tamim. S.Hi.MH, dan KH. Masdain Rifai Ahyat. Bukan persoalan mudah untuk menentukan pilihan, bukan hanya sekedar memilih figure yang menjadi agenda konferensi yang akan datang, tapi dalam benak peserta konferensi nanti, tentunya juga harus bisa melakukan rekam jejak terhadap calon yang akan dipilih nanti,”imbuhnya.
Mujianto berharap pengalaman organisasi di internal NU baik mulai badan otonom dan pengalaman di luar NU harus juga menjadi salah satu pertimbangan, karena konsep kebangkitan baru adalah tantangan eksternal yang akan dihadapi juga untuk kemaslahatan ummat. ddg





