
Pasuruan, Sekilasmedia.com – “Sobo Pasar, Siapa Takut”, Mungkin bagi anda yang berada di Kabupaten Pasuruan dan sekitarnya pernah mendengar selogan tersebut. Slogan tersebut adalah slogan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan guna mewujudkan pasar yang bersih dan indah. Kamis (23/02/2023).
Program yang sudah berjalan kurang lebih 3 tahun tersebut, kini mendapatkan hasil yang cukup baik dan masih terus berjalan. Seperti dalam selogan nya Disperindag Kabupaten Pasuruan ingin mewujudkan pasar yang bersih, indah dilihat, agar masyarakat berbelanja di pasar, dan tentu saja menambah perekonomian pedagang dan masyarakat sekitar pasar.
Mungkin dalam benak anda pasar adalah tempat yang Kumuh, Kotor, Bau, atau berantakan. Maka dari itu Disperindag Kabupaten Pasuruan sangat ingin merubah pandangan atau pikiran negatif tentang pasar.
Dalam perjalanannya Pasar menjadi hal yang sangat penting untuk memutarkan Roda Ekonomi di masyarakat semua kelas. Akan tetapi lama kelamaan Pasar menjadi semakin ditinggalkan oleh masyarakat ekonomi kelas menengah keatas.
“Selama ini pasar sering diangaap sebagai tempat berbelanja bagi orang kalangan kelas bawah, sehingga ini akan terus menjadikan dikotomi antara masyarakat kelas bawah dan atas. Maka dari itu program ini kami buat supaya pasar menjadi pusat perbelanjaan bagi semua kalangan” ujar Diano Vela Very Santoso, S.Sos, M.A selaku Kepala Dinas
Tidak hanya itu pelayanan dan fasilitas di pasar rakyat menjadi salah satu pertimbangan masyarakat mau untuk ke pasar. Seperti tempat parkir nyaman, aman dan teratur; pengelolaan sampah yang baik serta pelayanan para pedagang kepada pengunjung pasar.
Pasar terus ditinggalkan karena menjamurnya pasar modern seperti Mall, Swalayan serta Minimarket yang masuk ke desa-desa. Ini menjadi persoalan serius pemerintah daerah untuk melakukan Inovasi dalam pengelolaan Pasar Rakyat di wilayahnya masing-masing
“Kami berharap dengan adanya program ini dapat mengembalikan citra pasar tradisonal, agar masyarakat tak segan untuk berbelanja”, tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang baru mulai memperlihatkan perubahan pasar-pasar yang dikelolanya. Sejak awal menjabat awal tahun ini sudah mulai untuk melakukan Gebrakan seperti Pengelolaan Sampah dengan Metode 3R serta Magotisasi menjadikan Sampah yang awalnya menjadi barang yang tidak bernilai kini menjadi salah satu sumber bahan makanan untuk peternak Magot.
Menata Parkir Pengunjung dan Mobil bongkar muat barang sehingga terlihat lebih tertata dan tidak semrawut. Serta pemanfaatan Lorong atau Dinding Pasar untuk Mural 3D ataupun Spot Selfie menjadi daya tarik tersendri pengunjung terutama Kaum Milinial untuk betah berlam-lama di pasar baik berbelanja atau sekedar menemani Emak.
“Selain pasar kita juga haru memikirkan masyarakat yang ada disekitar pasar tersebut, maka dari itu kita mengajak mereka untuk bersama – sama dalam mengelolah pasar”. Imbuhnya.
Maka dari itu kita harus menjaga kebersihan dan ketertiban pasar, karena Jika pasar – pasar Rakyat yang dikelola oleh Pemerintah Daerah terus melakukan Inovasi. tidak menutup kemungkinan Pasar Rakyat akan tergerus dengan menjamurnya Pasar Modern. disamping harga barang di Pasar lebih terjangkau, barang- barang yang dijual juga lebih segar.
“Kita harus terus menjaga pasar agar lebih baik dari segi kebersihan, keindahan, ketertiban dan tentu keamanannya agar masyarakat yang berbelanja dapat merasa nyaman dan tak kahwatir akan keaman diri maupun kendarakan mereka. Jadi Ayo sobo pasar!!. Tutupnya. (han/iL)





