Daerah

H. Huda Sosialisasikan Pentingnya Potensi Desa Wisata dan Pengelolaan Zakat

×

H. Huda Sosialisasikan Pentingnya Potensi Desa Wisata dan Pengelolaan Zakat

Sebarkan artikel ini

Gresik, Sekilasmedia.com – Sosialisasi peraturan perundang-undangan DPRD Kabupaten Gresik tahap III tahun 2023 kali ini, dan untuk menjalankan salah satu fungsi legislatif H. Khoirul Huda memaparkan terkait pentingnya Desa Wisata serta pengelolaan zakat, Infaq dan sedekah pada Minggu (9/4/2023).

Bertempat di Suci Kecamatan Manyar, dihadapan Ibu-ibu kader PPP, anggota Komisi II DPRD Gresik mengatakan bahwa pertama, terkait desa wisata, dimana Desa Suci punya potensi menjadi desa wisata dengan luas lahan 12 hektar, namun rencana yang diajukan 7 hektar.

H. Huda memberi contoh Setigi. Awalnya merupakan bekas tambang dari Gosari dan menjadi pembuangan sampah. Setelah diminta oleh pihak desa dan dikelola menjadi wisata desa. Lambat laun sampai sekarang sudah berhasil, dimana wisatawannya dari berbagai kota bahkan sampai luar negeri.

BACA JUGA :  Kapolres Kota Mojokerto Mengikuti Gowes Dalam Rangka HUT Kodam V Brawijaya Ke-72

Untuk itu, tak ada yang mustahil jika pihak desa didukung masyarakat Suci mengelola potensi yang ada agar berhasil.

Kedua, pengelolaan zakat, infaq dan sedekah di Kabupaten Gresik melalui Baznas bisa dilakukan sampai tingkat desa.

” Pengelolaan zakat, infaq dan sedekah di tingkat desa maupun kecamatan di sebut UPZ (unit pengumpul zakat). Untuk takmir musalah dan masjid pun bisa membentuk kepanitian pengelolaan zakat, infaq dan sedekah namun harus mendapat ijin dari Baznas Kabupaten, begitu juga dengan UPZ sama,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pemkab Asahan Salurkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Banjir

Sesuai Perda Gresik No. 2 Tahun 2023, pengelolaan zakat, infaq dan sedekah secara optimal dapat mendukung upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan sosial.

” Dan negara hadir melalui undang-undang terkait pengelolaan zakat, Infaq dan sedekah. Karena potensi di Indonesia kalau dikelola dengan benar mencapai hampir 250 T, hari ini masih terkelola baru 5 persen,” katanya.

Untuk Kabupaten Gresik sendiri, jika dikelola dengan baik maka akan mendapatkan banyak manfaat bagi masyarakat yang kurang mampu, imbuhnya

Hadir Ketua PAC PPP Kecamatan Manyar Selamet, Riyadi mantan Kepala Desa Suci, pengurus RT dan RW, ibu-ibu kader PPP se Kecamatan Manyar. (rud)